Logo Header Antaranews Sulteng

IHSG menguat, ikuti bursa kawasan Asia dan global

Rabu, 6 Mei 2026 10:15 WIB
Image Print
Pengunjung memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (25/3/2026). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/tom.

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu bergerak naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia dan global.

IHSG dibuka menguat 29,23 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.086,34. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,48 poin atau 0,51 persen ke posisi 685,06.
"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 6.950- 7.160," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Dari mancanegara, tensi geopolitik mulai menurun, yang mana Amerika Serikat (AS) mencoba mengurangi eskalasi, dan mulai fokus terhadap perlindungan kapal kargo untuk melintasi Selat Hormuz.
Meskipun tensi berkurang, namun kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz masih jauh dari kenyataan. Hingga hari ini, terdapat lebih dari 1.550 kapal komersial terjebak di Selat Hormuz yang tentu akan menjadi perhatian pelaku pasar global.
Di sisi lain, penurunan tensi antara AS dengan Iran membuat harga minyak dunia kembali mengalami penurunan.
Dari AS, data ISM Services Index menurun dari sebelumnya 54 menjadi 53,6 pada April 2026, sedangkan untuk ISM Services Prices Paid berada di level 70,7, menandakan masih tingginya biaya bahan baku untuk melakukan produksi yang akan mempengaruhi sisi inflasi AS ke depan.
Kemudian, data US JOLTS Quits Level naik dari sebelumnya 3.046.000 menjadi 3.171.000, atau naik dari sebelumnya 1,9 persen menjadi 2 persen.
Sementara, data US JOLTS Layoffs Level juga naik dari sebelumnya 1.714.000 menjadi 1.867.000 atau naik dari sebelumnya 1,1 persen menjadi 1,2 persen, sejalan dengan masih banyaknya perusahaan swasta yang mulai melambatkan fase ekspansi mereka di tengah situasi perang.
Dari dalam negeri, perekonomian Indonesia dilaporkan tumbuh 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I 2026. Kemudian, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) terjaga di level 2,42 persen (yoy) pada April 2026.
Sementara itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatatkan defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.
Sebagai upaya menjaga kurs rupiah, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan tujuh strategi, meliputi penguatan intervensi di pasar valas domestik dan global, menarik aliran modal asing melalui SRBI, pembelian SBN di pasar sekunder, dan menjaga likuiditas perbankan tetap longgar.
Selain itu, BI juga memperketat pembelian valas tanpa underlying, mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, memperkuat intervensi di pasar offshore, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas valas perbankan serta korporasi.
Nico menilai kebijakan BI merupakan kombinasi langkah defensif dan stabilisasi yang berpotensi efektif menjaga Rupiah dalam jangka pendek, terutama melalui intervensi pasar valas dan pengendalian permintaan dolar sehingga volatilitas dapat ditekan.
"Apabila usaha ini masih belum membuahkan hasil, kami berharap BI memberikan amunisi baru untuk menjaga agar Rupiah setidaknya dapat stabil, tidak penuh dengan volatilitas seperti sekarang ini," ujar Nico.
Pada perdagangan Selasa (5/5/2026) kemarin, bursa saham Eropa bergerak variatif, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,83 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 1,40 persen, indeks DAX Jerman menguat 1,71 persen, serta indeks CAC Prancis menguat 1,08 persen.
Sementara itu, bursa AS di Wall Street kompak menguat pada Selasa (5/5/2026), di antaranya indeks S&P 500 menguat 0,81 persen ke 7.259,22, indeks Nasdaq menguat 1,31 persen ke 28.015,06, dan indeks Dow Jones menguat 0,73 persen ke 49.297,25.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 228,20 poin atau 0,38 persen ke 59.514,12, indeks Shanghai menguat 42,54 poin atau 1,03 persen ke 4.154,12, indeks Hang Seng menguat 130,39 poin atau 0,50 persen ke 26.025,50, dan indeks Strait Times menguat 3,68 poin atau 0,07 persen ke 4.923,95.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026