Logo Header Antaranews Sulteng

Banjir rendam lahan pertanian pada dua desa di Kabupaten Parigi Moutong

Minggu, 7 Juni 2026 17:38 WIB
Image Print
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan banjir merendam lahan pertanian di dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, akibat meluapnya sungai setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini. (ANTARA/HO-BPBD Sulteng)

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan banjir merendam lahan pertanian di dua desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, akibat hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat.

“Banjir disebabkan karena hujan lebat yang cukup lama sehingga meningkatkan debit air Sungai Toribulu hingga meluap dan menggenangi area persawahan serta lahan pertanian masyarakat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan wilayah yang terdampak meliputi Dusun VII Desa Toribulu dan Dusun V Desa Sienjo. Berdasarkan hasil pendataan sementara, sekitar lima hektare persawahan dan lahan pertanian di Desa Toribulu terdampak banjir. Sementara di Desa Sienjo, banjir merendam sekitar tiga hektare area persawahan warga.

Ia mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Parigi Moutong untuk melakukan penanganan awal serta pendataan dampak yang ditimbulkan.

Menurut dia, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pemantauan kondisi lapangan guna memastikan perkembangan situasi terkini.

“BPBD Kabupaten Parigi Moutong sedang melakukan pemantauan dan pengumpulan data dampak kejadian,” ujarnya.

Ia mengatakan hingga saat ini, data terkait jumlah pengungsi maupun korban jiwa, jumlah warga dan rumah terdampak, serta kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Selain itu, banjir masih menggenangi lahan pertanian warga di kedua desa tersebut. Meski demikian, BPBD terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang mungkin terjadi.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026