
Dandim: perang zaman sekarang yakni perang ekonomi (Vidio)

Pertempuran Indonesia dengan Malaysia, Singapura dan negara lainnya adalah pertempuran ekonomi
Tolitoli, (Antaranews Sulteng) - Komandan Kodim 1305 Buol-Tolitoli Letkol Kavaleri Anker Widianto mengatakan perang saat ini telah masuk ke dalam ranah perang ekonomi dan bukan perang secara fisik.
"Pertempuran Indonesia dengan Malaysia, Singapura dan negara lainnya adalah pertempuran ekonomi," kata Dandim Anker Widianto dalam siaran pers, Rabu.
Pernyataan itu disampaikannya dalam diskusi Forum Bisnis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Tolitoti dengan tema Tolitoli sebagai daerah penghasil cengkeh dan perikanan.
Kata Angker, sebenarnya yang dikuasi adalah ekonomi Indonesia yang diambil, kekayaan alam diambil, tenaga kerja dimasukkan ke Indonesia, sehingga yang bisa menangani ini adalah kita semua.
"Mungkin belum sekarang, tapi mungkin satu tahun ke depan semuanya punya e-commerce, sebagai salah satu solusi perekonomian zaman sekarang," ujar Anker.
Diksusi publik itu turut pula dihadiri pendiri Kahmi Preneur Pusat, Kamrussamad. Kahmi Preneur merupakan gerakan penyadaran khususnya alumni HMI dimana Kahmi Preneur diharapkan dapat melahirkan wirausaha-wirausah baru yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurut Kamrussamad, saat ini masuk satu era, dimana persaingan hari ini dan ke depan adalah persaingan kemandirian ekonomi.
Persaingan hari ini dan ke depan adalah kompetisi di bidang ekonomi, karena tantangan hari ini adalah tantangan pada penguasaan sumber-sumber daya ekonomi.
Bagi dia, peranan forum bisnis tersebut untuk bisa mensinergikan antara satu dan yang lain. Dimana Kahmi Preneur merupakan sebuah gagasan, sebuah program bukan organisasi dan tidak bersifat struktural.
"Ini merupakan sebuah gerakan, untuk melakukan perpindahan di bidang kewirausahaan di kalangan alumni HMI," ungkap Kamrussamad.
Bagi dia, Kahmi Preneur haruslah mendorong adanya reorientasi dari "political oriented" menjadi "enterprenure oriented". Dari alumni-alumni HMI yang mencari lapangan pekerjaan menjadi alumni-alumni pencipta lapangan pekerjaan.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
