Logo Header Antaranews Sulteng

30 Persen Pelaut Bergaya Hidup Berisiko

Jumat, 23 November 2012 06:01 WIB
Image Print
Ilustrasi- Nelayan sedang memperbaiki perahu (ANTARA)
Berdasarkan hasil penilaian yang kami lakukan kepada ribuan pelaut yang bekerja dan hidup di sekitar Pelabuhan Benoa, diperoleh kisaran 30 persen memiliki gaya hidup berisiko," kata Ketua KPI Cabang Bali I Dewa Nyoman Budiasa

Denpasar, (antarasulteng.com) - Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali menilai sekitar 30 persen pelaut yang menjadi anak buah kapal di Pelabuhan Benoa Denpasar, memiliki gaya hidup yang berisiko sehingga rentan terserang virus HIV/AIDS.

"Berdasarkan hasil penilaian yang kami lakukan kepada ribuan pelaut yang bekerja dan hidup di sekitar Pelabuhan Benoa, diperoleh kisaran 30 persen memiliki gaya hidup berisiko," kata Ketua KPI Cabang Bali I Dewa Nyoman Budiasa, di Denpasar, Kamis.

Berdasarkan data yang diperolehnya jumlah pelaut yang berada dan melakukan aktivitas di pelabuhan di wilayah ibu kota Provinsi Bali itu ada sebanyak 22.000 orang.

Oleh karena itu, pihaknya secara aktif memberikan informasi dan mengedukasi mereka tentang bahaya penyebaran penyakit membahayakan tersebut.

"Informasi dan edukasi itu kami berikan guna mengurangi penyebaran serta memperbaiki gaya hidup rekan pelaut yang berisiko tersebut. Salah satunya adalah memberikan informasi supaya melakukan hubungan seksual menggunakan kondom," ujarnya.

Menurut dia, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui dari jumlah pelaut yang ada di Pulau Dewata, berapa persen yang telah terinfeksi virus HIV.

Secara umum para pekerja di sektor transportasi laut di wilayah Indonesia berada diurutan kelima kalangan yang sangat rentan atau berisiko terinfeksi HIV.

"Oleh karena itu saat ini masih ada peraturan dari perusahaan yang akan memberangkatkan pekerja di sektor ini ke luar negeri untuk melakukan VCT tes," ujarnya.

Dia menilai hal itu merupakan bentuk mandat yang sifat seperti mendiskriminasikan para pelaut.(KR-IGT/SKD)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026