
Sulteng Perbanyak Stok Desain Irigasi

Saliman : "Masih ada yang alergi. Kalau ada dana perencanaan yang diajukan selalu dicoret karena dianggap tidak penting,"
Palu (antarasulteng.com) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pada 2014 akan mengajukan anggaran perencanaan pembangunan jaringan irigasi sebesar Rp4,5 miliar sehingga pemerintah daerah memiliki stok desain jaringan irigasi yang bisa diajukan kapan saja ke pemerintah pusat maupun luar negeri.
"Kalau kita sudah punya perencanaan, katakanlah tidak bisa dibangun 2014-2015 tetapi kita simpan sebagai stok desain sehingga kita bisa ajukan ke pemerintah pusat atau bantuan luar negeri," kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Saliman Simanjuntak kepada wartawan di Palu, Selasa.
Dalam jumpa pers dan pameran foto yang dilaksanakan memperingati HUT ke-49 Provinsi Sulawesi Tengah itu, Saliman mengatakan masih ada pihak yang menganggap perencanaan teknis sebagai program yang tidak penting, padahal bisa saja investasi hilang puluhan miliar karena perencanaan yang tidak baik.
"Masih ada yang alergi. Kalau ada dana perencanaan yang diajukan selalu dicoret karena dianggap tidak penting," katanya.
Dia mengatakan perencanaan tersebut dilakukan karena besarnya potensi wilayah sungai di daerah ini. Saat ini terdapat enam wilayah sungai yang dibagi dalam tiga kewenangan pemerintah yakni pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
Kewenangan pusat terdiri dari dua wilayah Sungai yakni Palu - Lariang (75 sungai), Parigi - Poso (60 daerah aliran sungai dan 99 sungai).
Sementara kewenangan provinsi terbagi dalam tiga wilayah yakni wilayah sungai Bongka - Mentawa (109 DAS dan 197 sungai), wilayah sungai Lambunu - Buol (99 DAS dan 107 sungai) serta wilayah sungai Laa - Tambalako (37 DAS dan 47 sungai).
Adapun wilayah sungai kewenangan kabupaten yakni wilayah sungai Banggai Kepulauan sebanyak 14 sungai.
Saliman mengatakan banyak peluang untuk mendatangkan investasi dalam pembangunan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta, tetapi karena tidak adanya perencanaan yang lengkap sehingga pemerintah pusat tidak bisa membantu.
"Kita akan buat perencanaan yang lengkap. Desainnya, volumenya dan proposalnya. Ini nanti kita ajukan ke pemerintah pusat untuk anggaran pembangunannya," kata Saliman.
Dia mengatakan perencanaan teknis pembangunan jaringan irigasi akan berkesinambungan sehingga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai pengguna.
"Karena anggaran perencanaan sedikit akhirnya perencanaan apa adanya. Perencanaan tiba saat, tiba akal. Akhirnya manfaatnya tidak berkesinambungan," katanya.
Saliman mengatakan saat ini banyak irigasi yang sudah dibangun karena perencanaan yang tidak matang sehingga tidak bisa difungsikan secara maksimal.
Selain perencanaan jaringan irigasi, Dinas Sumber Daya Air juga akan membuat rencana teknik sungai dan pantai dengan anggaran Rp3,250 miliar serta perencanaan teknik danau, embung dan air baku Rp2,650 miliar.
Tahun anggaran 2013 Dinas Sumber Daya Air memprogramkan tujuh paket perencanaan yakni penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai Lambunu - Buol sebsar Rp605 juta.
Program penyusunan rencana pengelolaan sumber daya air wilayah sungai Bongka - Mentawa sebsar Rp605. Dua program tersebut merupakan rencana lanjutan dari program sebelumnya. ***
Pewarta :
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
