Enam karateka Sulteng lolos PON XX Papua

id FORKI,Pra PON,PON

Enam karateka Sulteng lolos PON XX Papua

Fania Dwi Maharani (sabuk merah), salah satu karateka asal Sulteng bertanding di kelas -55 kilo gram, dalam seleksi Pra PON, di Jakarta, Rabu. (ANTARA/HO/Erick Tamalagi)

Dua karateka Sulteng mengikuti jejak empat rekannya lolos ke PON Papua 2020, setelah dinyatakan sebagai delapan karateka terbaik dikelasnya hasil Kejurnas Pra-PON di Jakarta
Palu (ANTARA) - Enam karateka asal Sulawesi Tengah dinyatakan lolos dalam seleksi Pra-PON menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 yang akan digelar di Papua.

"Dua karateka Sulteng mengikuti jejak empat rekannya lolos ke PON Papua 2020, setelah dinyatakan sebagai delapan karateka terbaik dikelasnya hasil Kejurnas Pra-PON di Jakarta," kata Sekretaris Umum Pengda Forki Sulteng Yesiah Eri Tamalagi, dihubungi dari Palu, Rabu.

Kata Erick, sapaan akrab Eri Tamalagi, karateka Tri Fachrianty mampu meraih kemenangan dan dinyatakan lolos ke PON Papua, sekaligus membuka semangat karateka Sulteng yang berlaga di hari terakhir Kejurnas Pra-PON di Jakarta setelah menduduki peringkat tujuh di kelas -61 kg puteri.

"Fania Dwi Maharani yang turun di kelas -55 kilo gram puteri hampir saja menjadi yang terbaik di kelasnya, sebelum dihentikan di semifinal lewat pertandingan yang berlangsung ketat oleh karateka nasional asal Jatim. Fania meraih perunggu di kelas -55 kilo gram puteri," ujar dia.

Ketua Umum Forki Sulteng Ahmad Ali rutin mengikuti perkembangan pertandingan sejak hari pertama disela kesibukannya sebagai anggota DPR RI.

Ahmad Ali menitip pesan agar prestasi pada Kejurnas Pra-PON tidak membuat tim dan pelatih berpuas diri.

“Apa yang diraih kali ini wajar-wajar saja, karena sistem Pelatda kita yang terukur selama tiga bulan. Lupakan keberhasilan hari ini, segera buat program yang lebih detail lagi untuk meraih medali di PON 2020,” kata Ahmad H Ali.

Meski demikian, Ahmad Ali mengapresiasi keberhasilan tim Pra-PON asal Sulteng khususnya cabang olahraga karate 2019.

"Karena PON Papua 2020 sejarah pertama kalinya karate Sulteng akan bertanding di nomor kumite beregu puteri, dan meneruskan tradisi medali di even Pra-PON,” katanya.

Sebelumnya, Yuningsih Kristina Masuara menjadi salah satu karateka pertama dari Provinsi Sulawesi Tengah yang dipastikan lolos ke PON di Papua setelah bertanding kurang lebih 10 jam, pada Seleksi Pra-PON Karate berlangsung di Hall Basket Senayan.
Pewarta :
Uploader : Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar