Palu,  (antarasulteng.com) - Penyelenggaraan acara modero (tarian dero) secara massal warga Sulawesi Tengah di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta pada 3 Mei 2015 menghabiskan dana Rp1,04 miliar, sementara dana sumbangan yang terkumpul dari berbagai pihak sebesar Rp640 juta.

Ketua panitia penyelenggara Hendrik Gary Lianto yang dihubungi melalui telepon di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa laporan pertanggungjawaban sudah disampaikan kepada pengurus dan anggota Ikatan keluarga Masyarakat Sulteng (IKST) baru-baru ini.

Hadir dalam pertemuan pembubaran panitia modero massal tersebut antara lain Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng Johanes Tanak.

Ketika ditanya soal defisit anggaran tersebut, Gary Lianto mengatakan, "Sudahlah, tidak usah dipikirkan, apalagi dipersoalkan, yang penting acara kita ini sukses atas kerja sama semua pihak".

Ia mengatakan bahwa niat utamanya menggelar acara budaya yang dihadiri lebih 2.000 orang itu adalah memberitahukan kepada dunia luar bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan budaya yang besar, seperti tarian dero dari Kabupaten Poso yang pantas diangkat ke pentas nasional.

Semua pihak, kata Gary, memberikan apresiasi atas suksesnya kegiatan yang digelar IKST di Jakarta dan sekitarnya untuk memeriahkan HUT ke-51 Provinsi Sulteng, 13 April 2015.

Modero bersama yang digelar IKST di Bundaran Hotel Indonesia itu diikuti sekitar 2.000 orang, antara lain Gubernur Sulteng Longki Djanggola dan istri, para bupati dan wali kota se-Sulteng, para anggota DPR RI dan DPD asal Sulteng serta tokoh-tokoh masyarakat Sulteng di Jakarta.

Gubernur Longki Djanggola juga memberikan penghargaan atas sukses acara modero massal yang merupakan pertama kali digelar di tempat terbuka di jantung ibu kota RI itu.

"Saya bangga dan terharu. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Sulteng suka bersilaturahim, cinta damai dan memiliki kekayaan budaya daerah yang pantas diangkat di pentas-pentas nasional seperti modero," ujarnya.

Terkait anggaran yang dihabiskan panitia yang mencapai Rp1,04 miliar, beberapa warga Sulteng di Jakarta memberikan apresiasi kepada ketua panitia penyelenggara namun berharap lebih transparan dalam memberikan pertanggungjawaban.

"Anggarannya cukup fantastis, namun panitia tampaknya kurang transparan karena laporan mereka gelondongan, tidak ada rincian, khususnya dari mana sumber dananya diperoleh," ujar seorang anggota IKST. (skd)