Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membantu kebutuhan pangan 10.800 kepala keluarga, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di kala pandemi COVID-19.

"Pemerintah Provinsi Sulteng mulai menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan pangan kepada 10.800 kepala keluarga di beberapa daerah di Sulteng," ucap Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Pemerintahan dan Kesra Rohani Mastura, di Palu, Kamis.

Kata Rohani Mastura, bantuan kebutuhan pangan yang diberikan oleh Pemprov Sulteng itu berupa beras. Setiap keluarga menerima 10 kilo gram beras.

Bantuan beras tersebut mulai disalurkan oleh Pemprov Sulteng kepada warga penyintas gempa dan tsunami yang bermukim di hunian sementara di Hutan Kota Kelurahan Talise, Kota Palu.

Di hunian sementara itu, terdapat 100 kepala keluarga sebagai penerima manfaat dari bantuan beras tersebut.

Kemudian, Pemprov Sulteng juga menyalurkan bantuan beras itu kepada warga penyintas gempa dan tsunami yang bermukim di hunian sementara di Kelurahan Mamboro. Terdapat 80 kepala keluarga sebagai penerima manfaat di kelurahan itu.

"Iya, hari ini (Kamis 19/8) sudah disalurkan beras kepada 180 kepala keluarga yang berada di hunian sementara di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Talise dan Mamboro. Masing-masing menerima 10 kilo gram beras," ujarnya.

Sementara untuk warga penyintas gempa dan likuefaksi Petobo, direncanakan akan didistribusikan bantuan beras pada Jumat (20/8), sebanyak 15 ton.

Kemudian, untuk Kabupaten Morowali Utara akan disalurkan bantuan beras sebanyak 30 ton, yang direncanakan didistribusikan pada Selasa, 24 Agustus 2021.

"Selanjutnya untuk kabupaten lainnya, sesuai dengan permohonan yang disampaikan bupati masing-masing," ucapnya. Staf Ahli Gubernur Sulteng Bidang Kesra Rohani Mastura (kanan) menyerahkan bantuan beras 10 kilo gram, kepada salah satu kepala keluarga, di Kota Palu, Kamis. (ANTARA/HO-Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov Sulteng)