Habib Saggaf Ingatkan Kasus Sampang Tidak Terulang
Sabtu, 1 September 2012 15:27 WIB
Menteri Agama RI, Suryadhrama Ali (kiri) didampini ketua utama PB Alkhairaat, Habib Saggaf Aljufri (kanan) mengikuti dengan hikmat peringatan Haul pendiri yayasan pendidikan Islam Alhairaat, di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (1/9). (FOTO ANTARA/Zainuddin MN)
Palu - Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayied Saggaf bin Salim Aljufri mengatakan kasus Sampang, Madura, Jawa Timur, tidak perlu lagi terjadi karena itu kasus yang memalukan umat Islam.
Habib Saggaf mengemukakan hal itu di hadapan ribuan umat Islam dari berbagai daerah yang hadir pada peringatan Hari Ulang Tahun (Haul) ke-44 wafatnya Habib Sayied Idrus bin Salim Aljufri di Palu, Sabtu.
Haul yang dilaksanakan setiap tahunnya itu selalu dihadiri pejabat negara dan pejabat daerah dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi khususnya di kawasan timur Indonesia. Haul kali ini dihadiri oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Sosial Salim Saggaf Aljufri.
Di hadapan para pejabat itu, Habib Saggaf mengatakan dirinya sedih mendengar adanya pertumpahan darah dan pembakaran rumah hanya karena masalah sepele yang kemudian merembes pada persinggungan paham dalam aliran Islam antara Sunni dan Syiah.
"Sama-sama Muslim saling serang. Ini memalukan," katanya.
Cucu dari pendiri perguruan Islam Alkhairaat itu mengatakan dirinya juga sedih karena di Sulawesi Tengah sendiri terjadi pertumpahan darah yang menewaskan seorang warga sehari setelah perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah.
Konflik sosial yang terjadi di Kecamatan Marawola tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dibakar. Konflik itu tidak melibatkan pihak lain, tetapi justru terjadi antarumat Muslim sendiri.
Habib Saggaf mengatakan, abad kebangkitan umat Muslim saat ini dinodai oleh umat Muslim itu sendiri sehingga patut direnungkan agar abad kebangkitan umat Muslim diwarnai dengan persaudaraan dan persahabatan dengan semua pihak. Dia mengatakan, sepanjang perpecahan itu terjadi, suatu daerah tidak akan bisa maju.
Habib Saggaf berharap, agar Allah memberikan berkah dari perayaan Haul ke - 44 Habib Idrus kali ini sehingga tidak ada lagi konflik yang terjadi di tanah air.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah itu menyerukan kepada masyarakat di daerah itu untuk menjaga stabilitas keamanan bersama-sama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Dia mengatakan, keamanan adalah masalah serius karena terkait dengan kelangsungan hidup masyarakat banyak. Saggaf mengatakan, jika keamanan terganggu maka yang lainnya juga ikut terganggu seperti stabilitas ekonomi dan pendidikan.
Habib Saggaf menyerukan kepada umat Muslim khususnya `abnaulkhairaat` (murid-murid Alkhairaat) untuk meneladani sikap dan pendirian dari tokoh spritual Habib Idrus bin Salim Aljufri. (A055)
Habib Saggaf mengemukakan hal itu di hadapan ribuan umat Islam dari berbagai daerah yang hadir pada peringatan Hari Ulang Tahun (Haul) ke-44 wafatnya Habib Sayied Idrus bin Salim Aljufri di Palu, Sabtu.
Haul yang dilaksanakan setiap tahunnya itu selalu dihadiri pejabat negara dan pejabat daerah dari berbagai kabupaten/kota dan provinsi khususnya di kawasan timur Indonesia. Haul kali ini dihadiri oleh Menteri Agama Suryadharma Ali dan Menteri Sosial Salim Saggaf Aljufri.
Di hadapan para pejabat itu, Habib Saggaf mengatakan dirinya sedih mendengar adanya pertumpahan darah dan pembakaran rumah hanya karena masalah sepele yang kemudian merembes pada persinggungan paham dalam aliran Islam antara Sunni dan Syiah.
"Sama-sama Muslim saling serang. Ini memalukan," katanya.
Cucu dari pendiri perguruan Islam Alkhairaat itu mengatakan dirinya juga sedih karena di Sulawesi Tengah sendiri terjadi pertumpahan darah yang menewaskan seorang warga sehari setelah perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah.
Konflik sosial yang terjadi di Kecamatan Marawola tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah dibakar. Konflik itu tidak melibatkan pihak lain, tetapi justru terjadi antarumat Muslim sendiri.
Habib Saggaf mengatakan, abad kebangkitan umat Muslim saat ini dinodai oleh umat Muslim itu sendiri sehingga patut direnungkan agar abad kebangkitan umat Muslim diwarnai dengan persaudaraan dan persahabatan dengan semua pihak. Dia mengatakan, sepanjang perpecahan itu terjadi, suatu daerah tidak akan bisa maju.
Habib Saggaf berharap, agar Allah memberikan berkah dari perayaan Haul ke - 44 Habib Idrus kali ini sehingga tidak ada lagi konflik yang terjadi di tanah air.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah itu menyerukan kepada masyarakat di daerah itu untuk menjaga stabilitas keamanan bersama-sama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Dia mengatakan, keamanan adalah masalah serius karena terkait dengan kelangsungan hidup masyarakat banyak. Saggaf mengatakan, jika keamanan terganggu maka yang lainnya juga ikut terganggu seperti stabilitas ekonomi dan pendidikan.
Habib Saggaf menyerukan kepada umat Muslim khususnya `abnaulkhairaat` (murid-murid Alkhairaat) untuk meneladani sikap dan pendirian dari tokoh spritual Habib Idrus bin Salim Aljufri. (A055)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wakil Ketua MPR: Terima kasih kepada para guru telah mengabdi di Alkhairaat
15 July 2023 15:21 WIB, 2023
Gubernur Sulteng: Alkhairaat harus terus kembangkan sektor pendidikan
17 September 2021 8:30 WIB, 2021
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Pemerintah terus bangun bangun jembatan di Tapanuli Tengah untuk pacu ekonomi
25 January 2026 10:38 WIB
Hujan lebat diprakirakan masih berpotensi guyur Jabodetabek sepekan ke depan
24 January 2026 7:41 WIB