Stok Sembako Sulteng Cukup Hadapi Idul Adha
Sabtu, 10 September 2016 5:50 WIB
Kepala Disperindag Sulteng, Abubakar Almahdali (Foto antara/ Anas Masa)
Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Tengah, Abubakar Almahdali mengatakan stok berbagai jenis sembako di daerah itu untuk memenuhi kebutuhan hari raya Idul Adha 1437 Hijriah cukup memadai.
"Selain stok cukup hargapun masih stabil,"katanya di Palu, Jumat.
Ia mengatakan ketersediaan sembako dan kebutuhan lainnya di pasar-pasar tradisional, termasuk di Kota Palu dijamin aman.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang mengalami kenaikan harga adalah daging sapi dan ayam.
Namun, kata dia, hingga kini harga daging masih normal.
Misalkan, daging sapi dijual pedagang Rp100 ribu/kg dan daging ayam Rp35.000/kg.
Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu setiap hari melalukan pemantauan ke pasar tradisional yang ada yakni Masomba, Manonda dan Bambaru.
Di tiga pasar tradisional itu, belum menunjukan adanya pergerakan harga masih stabil dan terkendali karena stok berbagai kebutuhan masyarakat memadai.
Abubakar juga mengatakan siap melakukan sidak ke pasar untuk mengecek stok dan harga daging sapi. "Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) yang melibatkan sejumlah instansi terkait akan sidak dalam satu-dua hari ini,"katanya.
Prioritas sidak adalah pasar daging. "Kita akan memastikan bahwa daging yang dijual benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata dia.
Kebutuhan daging pada hari raya qurban dipastikan meningkat dibandingkan hari bias.
Pedagang di Palu telah mempersiapkan stok ternak sapi, kambing dan ayam dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Stok beras dikuasai Perum Bulog Sulteng saat ini menapai 20.000 ton. Sementara gula pasir dikuasai para distributor sekitar 10.000 ton.
Syahril, seorang pedagang ternak mengatakan untuk kebutuhan Idul Adha telah menyiapkan sebanyak 15 ekor sapi untuk disembeli.
"Selain stok cukup hargapun masih stabil,"katanya di Palu, Jumat.
Ia mengatakan ketersediaan sembako dan kebutuhan lainnya di pasar-pasar tradisional, termasuk di Kota Palu dijamin aman.
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang mengalami kenaikan harga adalah daging sapi dan ayam.
Namun, kata dia, hingga kini harga daging masih normal.
Misalkan, daging sapi dijual pedagang Rp100 ribu/kg dan daging ayam Rp35.000/kg.
Pemprov Sulteng dan Pemkot Palu setiap hari melalukan pemantauan ke pasar tradisional yang ada yakni Masomba, Manonda dan Bambaru.
Di tiga pasar tradisional itu, belum menunjukan adanya pergerakan harga masih stabil dan terkendali karena stok berbagai kebutuhan masyarakat memadai.
Abubakar juga mengatakan siap melakukan sidak ke pasar untuk mengecek stok dan harga daging sapi. "Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) yang melibatkan sejumlah instansi terkait akan sidak dalam satu-dua hari ini,"katanya.
Prioritas sidak adalah pasar daging. "Kita akan memastikan bahwa daging yang dijual benar-benar aman untuk dikonsumsi masyarakat," kata dia.
Kebutuhan daging pada hari raya qurban dipastikan meningkat dibandingkan hari bias.
Pedagang di Palu telah mempersiapkan stok ternak sapi, kambing dan ayam dalam jumlah memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Stok beras dikuasai Perum Bulog Sulteng saat ini menapai 20.000 ton. Sementara gula pasir dikuasai para distributor sekitar 10.000 ton.
Syahril, seorang pedagang ternak mengatakan untuk kebutuhan Idul Adha telah menyiapkan sebanyak 15 ekor sapi untuk disembeli.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pakar Unej paparkan tiga faktor negara ASEAN mampu atasi pandemi COVID-19
14 July 2020 6:49 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020