Direktur Jenderal Bimas Islam meminta para dai bertransformasi
Jumat, 24 November 2023 18:14 WIB
Direktur Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin (tengah) bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah Ulyas Taha (kanan) dan Kepala Kantor Kementerian Agama Morowali As'ad Latopada di Kota Palu, Jumat (24/11/2023). (ANTARA/Muhammad Hajiji)
Palu (ANTARA) - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin meminta para dai untuk bertransformasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, agar bisa memperluas jangkauan dakwah.
"Kita harus bertransformasi, para dai harus bertransformasi, para mubalig, para penceramah, harus beradaptasi perkembangan zaman," kata Kamaruddin Amin di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat.
Pada acara pengukuhan pengurus Majelis Dai Kebangsaan (MDK) Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2023-2026, dia mengemukakan bahwa para dai perlu meningkatkan literasi mengenai teknologi informasi dan memanfaatkannya untuk mendukung pelaksanaan dakwah.
"Di era ini, semua orang, siapa pun, kapan pun dan di mana pun, bisa mengakses informasi keagamaan lewat berbagai platform teknologi informasi dan komunikasi, platform media sosial," ujarnya.
"Di era ini, tidak cukup para dai hanya tampil berceramah secara konvensional dan di ruang tradisional," ia menambahkan.
Para dai dan mubalig, ia melanjutkan, hendaknya memahami pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung dakwah kepada khalayak yang lebih luas, termasuk di dalamnya kalangan muda.
"Tidak cukup kita ceramahi mereka di ruang-ruang seperti saat ini, tidak mudah mengumpulkan mereka, dan mereka tidak lagi tertarik dengan metode-metode seperti ini, kecuali di tempat atau komunitas-komunitas tertentu dan pondok pesantren," katanya.
Dia mengutip data hasil sensus penduduk tahun 2020 yang menunjukkan bahwa proporsi generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, mencapai 27,94 persen dari total 270 juta penduduk Indonesia dan generasi milenial, yang lahir antara 1981 dan 1996 mencapai 25,87 persen dari total penduduk.
"Jika digabungkan maka seluruhnya 53,81 persen. Kita harus menjangkau mereka dengan menggunakan instrumen media sosial," katanya merujuk pada strategi dakwah kepada generasi Z dan generasi milenial.
"Kita harus bertransformasi, para dai harus bertransformasi, para mubalig, para penceramah, harus beradaptasi perkembangan zaman," kata Kamaruddin Amin di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat.
Pada acara pengukuhan pengurus Majelis Dai Kebangsaan (MDK) Provinsi Sulawesi Tengah masa bakti 2023-2026, dia mengemukakan bahwa para dai perlu meningkatkan literasi mengenai teknologi informasi dan memanfaatkannya untuk mendukung pelaksanaan dakwah.
"Di era ini, semua orang, siapa pun, kapan pun dan di mana pun, bisa mengakses informasi keagamaan lewat berbagai platform teknologi informasi dan komunikasi, platform media sosial," ujarnya.
"Di era ini, tidak cukup para dai hanya tampil berceramah secara konvensional dan di ruang tradisional," ia menambahkan.
Para dai dan mubalig, ia melanjutkan, hendaknya memahami pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung dakwah kepada khalayak yang lebih luas, termasuk di dalamnya kalangan muda.
"Tidak cukup kita ceramahi mereka di ruang-ruang seperti saat ini, tidak mudah mengumpulkan mereka, dan mereka tidak lagi tertarik dengan metode-metode seperti ini, kecuali di tempat atau komunitas-komunitas tertentu dan pondok pesantren," katanya.
Dia mengutip data hasil sensus penduduk tahun 2020 yang menunjukkan bahwa proporsi generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, mencapai 27,94 persen dari total 270 juta penduduk Indonesia dan generasi milenial, yang lahir antara 1981 dan 1996 mencapai 25,87 persen dari total penduduk.
"Jika digabungkan maka seluruhnya 53,81 persen. Kita harus menjangkau mereka dengan menggunakan instrumen media sosial," katanya merujuk pada strategi dakwah kepada generasi Z dan generasi milenial.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Andilala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenag Banggai Kepulauan ajak dai-daiyah manfaatkan medsos jadi sarana dakwah
20 February 2025 19:49 WIB
Polda Sulteng tingkatkan kemampuan calon dai di Kabupaten Parigi Moutong
20 May 2024 16:33 WIB, 2024
Tim dai dan pendeta Operasi Madago Raya ajak warga cegah paham radikal
15 April 2024 12:24 WIB, 2024
Dai Polda-Sulteng ajak jamaah perkuat silaturahim dan ukhuwah Islamiah
04 April 2024 21:08 WIB, 2024
Tim Dai Kamtimbas Polda Sulteng gelar Safari Tausiah di Sigi dan Parimo
02 April 2024 12:20 WIB, 2024
Pakar pemikiran Islam kontemporer: Dai berkewajiban rawat kemajemukan
24 November 2023 13:42 WIB, 2023
Terpopuler - Sosial & Keagamaan
Lihat Juga
Program Alpukat atau anak lahir bawa pulang akta upaya tingkatkan pelayanan administrasi kependudukan
06 February 2026 14:28 WIB
LPKA dan Pemkot Palu kolaborasi perkuat pembinaan keterampilan anak binaan
31 January 2026 18:08 WIB