Polda Sulteng tingkatkan kemampuan calon dai di Kabupaten Parigi Moutong

id Satgas Operasi Madago Raya ,Polda Sulteng ,Peningkatan kemampuan calon dai/daiyah ,Parigi Moutong ,Sulawesi Tengah

Polda Sulteng tingkatkan kemampuan calon dai di Kabupaten Parigi Moutong

Salah satu peserta calon dai menyampaikan dakwah pada kegiatan peningkatan kemampuan calon dai/daiyah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, Senin (20/5/2024). (ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng)

Parigi Moutong, Sulawesi Tenga (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkatkan kemampuan calon dai antar-pondok pesantren (ponpes) dan madrasah se-Kabupaten Parigi Moutong.
 


Kasatgas II Preemtif Operasi Madago Raya AKBP Moh Taufik di Parigi Moutong, Senin, mengatakan kegiatan ini bertujuan menjadikan para peserta dai sebagai ujung tombak dalam menyiarkan syiar Islam.

 

"Para dai dan daiyah memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai dan toleran kepada masyarakat," katanya.

 

Ia mengatakan melalui kegiatan ini pihaknya ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam menyampaikan dakwah yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat.

 

Selain itu, kata dia, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendukung kegiatan Satgas II Preemtif Operasi Madago Raya dalam menangkal paham radikal dan intoleransi di wilayah Sulteng. 

 

Karena itu AKBP Moh Taufik berpesan kepada peserta agar dapat mengikuti kegiatan dengan semangat dan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menjadi yang terbaik.

 

"Saya harap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan antusiasme yang tinggi. Gunakan kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kemampuan kalian dalam berdakwah, sehingga kalian dapat menjadi dai dan daiyah yang handal dan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam," katanya.


 


Menurut dia, radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga sinergi dan kolaborasi sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Sulteng. 


 


Ia mengajak seluruh peserta untuk bersatu melawan radikalisme dan intoleransi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat rasa kebersamaan dan nasionalisme serta menjadi langkah positif dalam memerangi radikalisme dan intoleransi," ujarnya.