Pemprov Harap Pers Terlibat Akhiri Kekerasan Perempuan
Selasa, 8 Agustus 2017 14:02 WIB
Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah Norma Mardjanu (Antarasulteng.com/istimewa)
Palu, (antarasulteng.com) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Tengah mengaharapkan peran pers untuk membantu pemerintah dalam mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah tersebut.
"Kami sangat membutuhkan peran media untuk turut serta menyosialisasikan hak-hak perempuan dan anak, PUG dan sebagainya untuk akhiri kekerasan perempuan dan anak," ungkap Kepala DP3A Sulteng Norma Mardjanu di Palu, Selasa.
Menurut dia, pers memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hak-hak perempuan dan anak di daerah tersebut.
Pihaknya, akui dia, tidak dapat bekerja secara sendiri untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang PUG, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Karena itu, pers menjadi salah satu solusi untuk dilibatkan pemerintah dalam upaya akhiri kekerasan perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta kesenjangan ekonomi.
"Three Ends merupakan program sebagai bentuk upaya pemerintah membasmi perdagangan manusia, yang membutuhkan keterlibatan pihak-pihak lain," ujarnya.
Lanjut dia semakin banyak pihak lain yang terlibat, akan semakin baik karena semakin kecil ruang untuk bagi pihak-pihak yang mengeksploitasi hak-hak perempuan dan anak.
Sebelumnya Menteri PPPA Yohana Yembise mengharapkan pers di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengangkat isu-isu keluarga dalam pembinaan anak dan pemberdayaan perempuan.
"Saya harap pers angkat isu-isu keluarga, peran keluarga mengakhiri kekerasan anak dan perempuan," ungkap Menteri Yohana di lokasi peringatan puncak hari anak nasional 2017 di halaman Masjid Agung Darussalam Palu.
Sepekan sebelumnya, Dinas PPPA Sulteng bekerja sama dengan Kemeterian PPPA menyelenggarakan workshop khusus untuk wartawan di Kota Palu guna memberikan bekal pengetahuan dan ketermapilan menulis mengenai program perlingunan perempuan dan anak. (skd)
"Kami sangat membutuhkan peran media untuk turut serta menyosialisasikan hak-hak perempuan dan anak, PUG dan sebagainya untuk akhiri kekerasan perempuan dan anak," ungkap Kepala DP3A Sulteng Norma Mardjanu di Palu, Selasa.
Menurut dia, pers memiliki peran yang sangat penting dan strategis untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hak-hak perempuan dan anak di daerah tersebut.
Pihaknya, akui dia, tidak dapat bekerja secara sendiri untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang PUG, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Karena itu, pers menjadi salah satu solusi untuk dilibatkan pemerintah dalam upaya akhiri kekerasan perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta kesenjangan ekonomi.
"Three Ends merupakan program sebagai bentuk upaya pemerintah membasmi perdagangan manusia, yang membutuhkan keterlibatan pihak-pihak lain," ujarnya.
Lanjut dia semakin banyak pihak lain yang terlibat, akan semakin baik karena semakin kecil ruang untuk bagi pihak-pihak yang mengeksploitasi hak-hak perempuan dan anak.
Sebelumnya Menteri PPPA Yohana Yembise mengharapkan pers di Kota Palu, Sulawesi Tengah mengangkat isu-isu keluarga dalam pembinaan anak dan pemberdayaan perempuan.
"Saya harap pers angkat isu-isu keluarga, peran keluarga mengakhiri kekerasan anak dan perempuan," ungkap Menteri Yohana di lokasi peringatan puncak hari anak nasional 2017 di halaman Masjid Agung Darussalam Palu.
Sepekan sebelumnya, Dinas PPPA Sulteng bekerja sama dengan Kemeterian PPPA menyelenggarakan workshop khusus untuk wartawan di Kota Palu guna memberikan bekal pengetahuan dan ketermapilan menulis mengenai program perlingunan perempuan dan anak. (skd)
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pejabat PBB serukan hentikan pasokan senjata dan amunisi untuk Israel
29 October 2024 9:02 WIB, 2024
Pakar katakan pemerintah perlu petakan komunitas tangani wabah COVID-19
29 March 2020 14:53 WIB, 2020
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020