Pemprov Sulteng perluas pengembangan sapi Donggala
Rabu, 25 Juli 2018 9:43 WIB
Ilustrasi (ANTARA)
Palu, (Anttaranews Sulteng) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah selama tiga tahun ke depan memperluas pengembangan ternak sapi lokal jenis Donggala untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat.
Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, Rabu mengatakan perluasan itu dalam rangka mewujudkan program sejuta ekor sapi pada 2021.
Menurut dia, saat ini, sapi Donggala baru dikembangkan di tiga daerah yakni Donggala, Sigi dan Kota Palu.
Tetapi, lanjutnya, dalam tiga tahun ini, Pemprov Sulteng akan menambah dua kabupaten lagi yakni Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Poso, sehingga total ada lima wilayah.
"Kami coba kembangkan agar populasi sapi Donggala meningkat," kata dia.
Ia mengatakan sapi lokal tetap menjadi primadona untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat di daerahnya.
Longki menambahkan semua daerah yang menjadi pusat pengembangan sapi lokal, sudah memiliki lahan dan juga ketersediaan pakan cukup luas dan memadai.
Juga, tentunya kondisi daerah memang cocok bagi pengembangan ternak sapi lokal.
Sulteng sampai saat ini rutin mengirim ternak sapi potong ke Kaltim, yang sebagian besar sapi lokal.
Sebagai daerah yang penghasil ternak, menurut dia, tentu harus dijaga populasinya dengan meningkatkan program perkawinan alami dan melalui sistem perkawinan inseminasi buatan (IB).
Pemprov Sulteng terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi guna mewujudkan program sejuta ekor sapi dan mendukung swasembada daging nasional.
"Saya yakin program ini akan berhasil karena mendapat respon yang baik dari semua pihak terkait di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng," kata Gubernur Longki.
Sulteng sejak beberapa tahun lalu sudah mampu memenuhi sendiri kebutuhan daging untuk konsumsi masyarakat dari hasil peternakan perorangan?maupun kelompok tani peternak yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Sulteng.
Kabupaten Banggai merupakan penghasil ternak sapi terbesar di Sulteng dan menyusul Kabupaten Donggala, Poso, Sigi, Morowali, Parigi Moutong, Tolitoli, Buol, dan Kota Palu.
Data Dinas Peternakan Sulteng menyebutkan konsumsi daging sapi masyarakat Sulteng setiap bulan sekitar 250.000 ton.
Harga daging sapi di pasaran Kota Palu dalam kondisi normal seperti sekarang ini Rp110.000/kg. Namun pada saat hari raya naik sampai Rp120.000/kg.
Gubernur Sulteng Longki Djanggola di Palu, Rabu mengatakan perluasan itu dalam rangka mewujudkan program sejuta ekor sapi pada 2021.
Menurut dia, saat ini, sapi Donggala baru dikembangkan di tiga daerah yakni Donggala, Sigi dan Kota Palu.
Tetapi, lanjutnya, dalam tiga tahun ini, Pemprov Sulteng akan menambah dua kabupaten lagi yakni Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Poso, sehingga total ada lima wilayah.
"Kami coba kembangkan agar populasi sapi Donggala meningkat," kata dia.
Ia mengatakan sapi lokal tetap menjadi primadona untuk memenuhi kebutuhan daging masyarakat di daerahnya.
Longki menambahkan semua daerah yang menjadi pusat pengembangan sapi lokal, sudah memiliki lahan dan juga ketersediaan pakan cukup luas dan memadai.
Juga, tentunya kondisi daerah memang cocok bagi pengembangan ternak sapi lokal.
Sulteng sampai saat ini rutin mengirim ternak sapi potong ke Kaltim, yang sebagian besar sapi lokal.
Sebagai daerah yang penghasil ternak, menurut dia, tentu harus dijaga populasinya dengan meningkatkan program perkawinan alami dan melalui sistem perkawinan inseminasi buatan (IB).
Pemprov Sulteng terus berupaya meningkatkan populasi ternak sapi guna mewujudkan program sejuta ekor sapi dan mendukung swasembada daging nasional.
"Saya yakin program ini akan berhasil karena mendapat respon yang baik dari semua pihak terkait di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng," kata Gubernur Longki.
Sulteng sejak beberapa tahun lalu sudah mampu memenuhi sendiri kebutuhan daging untuk konsumsi masyarakat dari hasil peternakan perorangan?maupun kelompok tani peternak yang tersebar di 13 kabupaten dan kota di Sulteng.
Kabupaten Banggai merupakan penghasil ternak sapi terbesar di Sulteng dan menyusul Kabupaten Donggala, Poso, Sigi, Morowali, Parigi Moutong, Tolitoli, Buol, dan Kota Palu.
Data Dinas Peternakan Sulteng menyebutkan konsumsi daging sapi masyarakat Sulteng setiap bulan sekitar 250.000 ton.
Harga daging sapi di pasaran Kota Palu dalam kondisi normal seperti sekarang ini Rp110.000/kg. Namun pada saat hari raya naik sampai Rp120.000/kg.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Anas Masa
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebanyak 13 ribu ekor sapi di Sulteng terima vaksin penyakit mulut dan kuku
11 August 2026 13:47 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020