Laba Indosat Anjlok
Rabu, 6 Maret 2013 13:00 WIB
(FOTO ANTARA/Audy Alwi)
Jakarta (antarasulteng.com) - PT Indosat Tbk meraih laba bersih Rp417,4 miliar pada 2012,
anjlok 52,5 persen dibanding laba bersih 2011 yang sebesar Rp879,7
miliar.
Siaran pers Indosat diterima Antara di Jakarta, Senin menunjukkan bahwa penurunan laba bersih selama tahun 2012 dipicu tingginya beban usaha perseroan yang mencapai Rp19,51 triliun, melonjak 11,5 persen dari sebelumnya Rp17,5 triliun.
Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli mengatakan, selama 2012, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp22,72 triliun, tumbuh 10,4 persen dari sebelumnya Rp22,72 triliun.
Menurut Alex, pendapatan usaha dikontribusi dari pendapatan seluler yang naik 12 persen menjadi Rp18,76 triliun dari sebelumnya Rp16,75 triliun pada 2011.
Pendapatan juga disumbang dari pendapatan nonseluler yang tumbuh 3,4 persen dari Rp3,83 triliun menjadi Rp3,96 triliun.
"Peningkatan pendapatan seluler didorong pertumbuhan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 13,1 persen, dari 51,7 juta nomor menjadi 58,5 juta nomor," kata Alex.
Selanjutnya, pada tahun 2012 perusahaan juga mampu meningkatkan pendapatan Data Tetap (MIDI) yang dipicu kenaikan penerimaan dari proyek e-KTP, sewa transponder satelit Palapa-D, dan proyek-proyek lainnya.
Adapun pendapatan layanan telepon tetap (Telekomunikasi Tetap) mengalami penurunan karena merosotnya pendapatan layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI) akibat turunnya tarif dan trafik, serta penurunan pendapatan layanan telepon tetap nirkabel (FWA) dikarenakan penurunan jumlah pelanggan FWA.
"Kedepannya, kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi lingkungan industri yang lebih menantang namun menjanjikan di tahun 2013, terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan data," ujar Alex.
Ia menambahkan, trafik data selama tahun 2012 mencapai 15.194 terabyte, meningkat 57,1 persen dibanding sebelumnya 9.671 terrabyte, sementara trafik SMS sebanyak 268 juta naik 4,4 persen dari sebelumnya 257 juta.
Selama tahun 2012, seluruh layanan seluler Indosat ditangani sebanyak 21.930 BTS terdiri atas 17.334 BTS 2G, dan 4.596 BTS 3G (nodeB). (R017)
Siaran pers Indosat diterima Antara di Jakarta, Senin menunjukkan bahwa penurunan laba bersih selama tahun 2012 dipicu tingginya beban usaha perseroan yang mencapai Rp19,51 triliun, melonjak 11,5 persen dari sebelumnya Rp17,5 triliun.
Presiden Direktur Indosat Alexander Rusli mengatakan, selama 2012, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp22,72 triliun, tumbuh 10,4 persen dari sebelumnya Rp22,72 triliun.
Menurut Alex, pendapatan usaha dikontribusi dari pendapatan seluler yang naik 12 persen menjadi Rp18,76 triliun dari sebelumnya Rp16,75 triliun pada 2011.
Pendapatan juga disumbang dari pendapatan nonseluler yang tumbuh 3,4 persen dari Rp3,83 triliun menjadi Rp3,96 triliun.
"Peningkatan pendapatan seluler didorong pertumbuhan jumlah pelanggan seluler yang mencapai 13,1 persen, dari 51,7 juta nomor menjadi 58,5 juta nomor," kata Alex.
Selanjutnya, pada tahun 2012 perusahaan juga mampu meningkatkan pendapatan Data Tetap (MIDI) yang dipicu kenaikan penerimaan dari proyek e-KTP, sewa transponder satelit Palapa-D, dan proyek-proyek lainnya.
Adapun pendapatan layanan telepon tetap (Telekomunikasi Tetap) mengalami penurunan karena merosotnya pendapatan layanan Sambungan Langsung Internasional (SLI) akibat turunnya tarif dan trafik, serta penurunan pendapatan layanan telepon tetap nirkabel (FWA) dikarenakan penurunan jumlah pelanggan FWA.
"Kedepannya, kami akan mempersiapkan diri untuk menghadapi lingkungan industri yang lebih menantang namun menjanjikan di tahun 2013, terutama dalam menangkap peluang pertumbuhan data," ujar Alex.
Ia menambahkan, trafik data selama tahun 2012 mencapai 15.194 terabyte, meningkat 57,1 persen dibanding sebelumnya 9.671 terrabyte, sementara trafik SMS sebanyak 268 juta naik 4,4 persen dari sebelumnya 257 juta.
Selama tahun 2012, seluruh layanan seluler Indosat ditangani sebanyak 21.930 BTS terdiri atas 17.334 BTS 2G, dan 4.596 BTS 3G (nodeB). (R017)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indosat Ooredo Hutchison gaet Microsoft manfatkan AI untuk jadi TechCo
15 August 2024 15:58 WIB, 2024
Indosat kampanyekan berkah Ramadhan, gerakan sosial dan pemberdayaan ekonomi
29 March 2024 11:45 WIB, 2024
Amirudin Tamoreka targetkan tahun 2022 bebas 'blank spot' di Banggai
30 September 2021 20:15 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020