BPS Gencar Sosialisasi Sensus Pertanian 2013
Senin, 22 April 2013 11:54 WIB
Sukseskan Sensus Pertanian 2013 dengan memberikan jawaban yang tepat dan benar (ANTARANews)
Palu, (antarasulteng.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah gencar melakukan berbagai sosialisasi Sensus Pertanian 2013 agar hasilnya maksimal dan dapat digunakan secara akurat untuk perencanaan pembangunan sektor pertanian.
Kepala BPS Sulawesi Tengah JB Priyono di Palu, Senin, mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan melalui pertemuan langsung dengan masyarakat, pariwara di sejumlah media, `talk show`, atau kegiatan terbuka lainnya.
"Kalau ada kesempatan luang, pasti saya menyempatakan sosialisasi Sensus Pertanian 2013," katanya.
Dia mengatakan, selain sosialisasi kepada masyarakat atau petani, kegiatan tersebut dilakukan kepada kalangan akademisi dan pemangku kebijakan.
"Kita juga mengajak gubernur dan kepala daerah lainnya untuk mensuksekan Sensus Pertanian," ujar Priyono.
Untuk turut mensukseskan Sensus Pertanian 2013, juga dipasang sepanduk di sejumlah tempat strategis agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan tersebut.
Sensus Pertanian 2013 itu akan dilaksanakan serentak secara nasional pada 1-31 Mei 2013.
Sementara itu, petugas pencacah lapangan saat ini juga melakukan sejumlah penguatan dan pelatihan yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota.
Pelatihan dan pembekalan itu akan berakhir pada 30 April 2013, dan sesudahnya para petugas telah siap terjun ke lapangan.
Pada sensus tahun ini, BPS akan menurunkan sebanyak 3.021 petugas pencacah yang akan disebar di 166 kecamatan dan 1.815 desa yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
BPS sendiri telah melakukan sensus pertanian sebanyak lima kali, yakni pada 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus pertanian dilaksanakan secara rutin setiap sepuluh tahun.
Priyono mengatakan hasil sensus pertanian akan digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait seperti Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Bappenas, perguruan tinggi serta lembaga internasional.
Hasil survei itu akan diketahui pada 2014 berupa analisis dan diseminasi hasil pencacahan. "Namun secara lengkapnya akan selesai secara sempurna pada 2015," katanya. (SKD)
Kepala BPS Sulawesi Tengah JB Priyono di Palu, Senin, mengatakan sosialisasi tersebut dilakukan melalui pertemuan langsung dengan masyarakat, pariwara di sejumlah media, `talk show`, atau kegiatan terbuka lainnya.
"Kalau ada kesempatan luang, pasti saya menyempatakan sosialisasi Sensus Pertanian 2013," katanya.
Dia mengatakan, selain sosialisasi kepada masyarakat atau petani, kegiatan tersebut dilakukan kepada kalangan akademisi dan pemangku kebijakan.
"Kita juga mengajak gubernur dan kepala daerah lainnya untuk mensuksekan Sensus Pertanian," ujar Priyono.
Untuk turut mensukseskan Sensus Pertanian 2013, juga dipasang sepanduk di sejumlah tempat strategis agar masyarakat mengetahui adanya kegiatan tersebut.
Sensus Pertanian 2013 itu akan dilaksanakan serentak secara nasional pada 1-31 Mei 2013.
Sementara itu, petugas pencacah lapangan saat ini juga melakukan sejumlah penguatan dan pelatihan yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota.
Pelatihan dan pembekalan itu akan berakhir pada 30 April 2013, dan sesudahnya para petugas telah siap terjun ke lapangan.
Pada sensus tahun ini, BPS akan menurunkan sebanyak 3.021 petugas pencacah yang akan disebar di 166 kecamatan dan 1.815 desa yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah.
BPS sendiri telah melakukan sensus pertanian sebanyak lima kali, yakni pada 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Sensus pertanian dilaksanakan secara rutin setiap sepuluh tahun.
Priyono mengatakan hasil sensus pertanian akan digunakan untuk perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait seperti Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Bappenas, perguruan tinggi serta lembaga internasional.
Hasil survei itu akan diketahui pada 2014 berupa analisis dan diseminasi hasil pencacahan. "Namun secara lengkapnya akan selesai secara sempurna pada 2015," katanya. (SKD)
Pewarta : Riski Maruto
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020