Harga Biji Kopi Robusta Di Palu Stabil
Jumat, 3 Mei 2013 9:00 WIB
seorang petani sedang memanen kopi. (ANTARA)
Palu,(Antarasulteng.com)- Harga biji kopi robusta di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah, hingga saat ini stabil, Rp25.000 per kilogram.
Seorang pedagang kopi di Palu, Jumat, mengatakan, kebanyakan petani yang menjual biji kopi itu berasal dari Kecamatan Kulawi dan Palolo, Kabupaten Sigi.
Kabupaten Sigi salah satu daerah di Sulteng yang saat ini memiliki luas areal dan produksi kopi terbesar dibandingkan dengan daerah lainnya di provinsi tersebut.
Seorang petani berasal dari Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Ape, mengatakan harga kopi saat ini terbilang cukup bagus dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
Semakin membaiknya harga komoditas tersebut, katanya, telah mendorong para petani kembali bergairah mengembangkan tanaman kopi.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan Sulteng Mulyadi Hiola mengatakan harga kopi saat ini cukup bagus sehingga penghasilan petani rata-rata meningkat.
"Kalau dahulu petani seperti tidak lagi merawat tanaman kopi, tapi sekarang petani kembali bergairah menanam komoditas perkebunan itu," katanya.
Luas areal tanaman kopi robusta di daerah itu, tercatat 10.884 hektare dengan jumlah produksi per tahun sekitar 7.674 ton.
Kabupaten Sigi, katanya, sentra produksi terbesar dengan rata-rata 5.581 ton per tahun. Luas areal tanaman kopi di Kabupaten Sigi saat ini 5.581 hektare.
Luas dan produksi kedua terbesar adalah Kabupaten Poso. Luas areal tanaman kopi di daerah itu 1.266 hektare dengan jumlah produksi 737 ton per tahun.
Areal tanaman kopi arabika hanya di Kabupaten Poso dengan luas areal saat ini baru sekitar 257 hektare dan produksi 147 ton per tahun.
Seorang pedagang kopi di Palu, Jumat, mengatakan, kebanyakan petani yang menjual biji kopi itu berasal dari Kecamatan Kulawi dan Palolo, Kabupaten Sigi.
Kabupaten Sigi salah satu daerah di Sulteng yang saat ini memiliki luas areal dan produksi kopi terbesar dibandingkan dengan daerah lainnya di provinsi tersebut.
Seorang petani berasal dari Desa Tomado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Ape, mengatakan harga kopi saat ini terbilang cukup bagus dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.
Semakin membaiknya harga komoditas tersebut, katanya, telah mendorong para petani kembali bergairah mengembangkan tanaman kopi.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan Dinas Perkebunan Sulteng Mulyadi Hiola mengatakan harga kopi saat ini cukup bagus sehingga penghasilan petani rata-rata meningkat.
"Kalau dahulu petani seperti tidak lagi merawat tanaman kopi, tapi sekarang petani kembali bergairah menanam komoditas perkebunan itu," katanya.
Luas areal tanaman kopi robusta di daerah itu, tercatat 10.884 hektare dengan jumlah produksi per tahun sekitar 7.674 ton.
Kabupaten Sigi, katanya, sentra produksi terbesar dengan rata-rata 5.581 ton per tahun. Luas areal tanaman kopi di Kabupaten Sigi saat ini 5.581 hektare.
Luas dan produksi kedua terbesar adalah Kabupaten Poso. Luas areal tanaman kopi di daerah itu 1.266 hektare dengan jumlah produksi 737 ton per tahun.
Areal tanaman kopi arabika hanya di Kabupaten Poso dengan luas areal saat ini baru sekitar 257 hektare dan produksi 147 ton per tahun.
Pewarta : Oleh Anas Masa
Editor : Anas Masa
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkum Sulteng kawal pendaftaran IG Kopi Batui-Durian Asaan Pagimana Banggai
29 January 2026 14:54 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020