
Sulteng Galakkan Kembali KB

...umlah penduduk Sulawesi Tengah membengkak menjadi 2,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,94 persen per tahun.
Palu - Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola meminta BKKBN di daerah itu untuk menggalakkan kembali program keluarga berencana setelah beberapa tahun terakhir terbaikan akibat krisis moneter, konflik Poso dan bergulirnya reformasi.
"Penggarapan program KB di Sulawesi Tengah praktis menurun drastis, seakan-akan program ini sudah hilang, atau hidup enggan mati tak mau," kata Gubenrur Longki Djanggola pada acara pelantikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulawesi Tengah di Palu, Rabu.
Kepala BKKBN yang baru dijabat oleh Muhammad Ilham Jafar menggantikan pejabat sebelumnya Rostiawaty Arhus yang sudah dilantik menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo.
Pada waktu bersamaan gubernur juga melantik Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pengembangan (BPKP) Sulawesi Tengah, dari Sihar Panjaitan ke pejabat baru Yus Muharam. Pelantikan tersebut juga dihadiri Kepala BPKP Mardiasmo.
Longki mengatakan, akibat tidak maksimalnya penanganan Program KB mengakibatkan angka kelahiran naik, kematian bayi terus meningkat, meski angka kematian ibu melahirkan terjadi penurunan. Akan tetapi rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang ibu ikut meningkat.
Longki mengatakan, tidak maksimalnya KB beberapa tahun sebelumnya mengakibatkan jumlah penduduk Sulawesi Tengah membengkak menjadi 2,6 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,94 persen per tahun.
Pertumbuhan itu lebih tinggi dari laju pertumbuhan penduduk nasional yang hanya 1,49 persen.
Data BKKBN menyebutkan setiap hari di daerah ini lahir 150 bayi atau sekitar 4.300 bayi per bulan.
"Tugas kita ke depan cukup berat apalagi pemerintah RI ikut meretivikasi tujuan pembangunan millenium development Goals (MDGs) yang akan dievaluasi 2015," katanya.
Dia mengatakan, dari delapan tujuan MDGs ada beberapa terkait dengan KB yakni meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak atau menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan anak.
"Agar semua itu tidak terjadi, maka ya ikut KB saja. Dengan demikian dapat menghapus kemiskinan dari pra sejahtera dengan jalan memberdayakan keluarga miskin agar kehidupannya lebih baik nanti," kata Longki.
Sementara itu, realisasi KB di Sulawesi Tengah hingga pertengahan tahun 2012 telah mencapai 50 persen dari target kontrak kerja yang telah ditetapkan untuk peserta KB baru di daerah ini.
Tahun ini target peserta KB di Sulawesi Tengah sebanyak 93.290 peserta. Sementara realisasinya sudah mencapai 47.466 peserta atau 50.88 persen.
Alat kontrasepsi yang digunakan didominasi suntik dengan jumlah peserta 19.771 orang. Menyusul KB pil sebanyak 17.236 orang. Sementara terendah adalah peserta KB pria melalui metode operasi atau vasektomi hanya 139 orang.
Peserta KB pria tersebut setiap tahunnya mengalami peningkatan. Tahun 2007 peserta KB ini hanya 29 orang, 2008 naik drastis sebanyak 160 orang, 2009 naik lagi menjadi 224 orang.
Sementara pada 2010 dan 2011 masing-masing 271 orang dan 335 orang. (A055)
Pewarta :
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
