Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab-Donggala tingkatkan kesiapsiagaan atasi bencana alam

Jumat, 5 Desember 2025 10:04 WIB
Image Print
Bupati Donggala Vera Elena Laruni (tengah) saat berkunjung ke wilayah Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (5/12/2025). ANTARA/HO-Pemkab Donggala

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan terdapat sejumlah wilayah diproyeksikan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan tanah longsor pada akhir tahun 2025.

"Daerah yang rawan terjadi bencana ini seperti Kecamatan Banawa Selatan, Banawa Tengah, Banawa, Labuan, Tanantovea, Balaesang Tanjung, dan Sojol Utara," kata Vera saat ditemui media di Donggala, Jumat.

Ia mengemukakan pemetaan wilayah-wilayah itu dilakukan berdasarkan data kajian risiko yang terus diperbarui termasuk riwayat bencana yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah daerah saat ini sudah melakukan berbagai upaya mitigasi secara struktural dan non struktural seperti membangun tanggul, bronjong di tepian sungai rawan banjir, serta pengelolaan tebing melalui perawatan vegetasi untuk mencegah terjadinya longsor.

"Tentunya ini melibatkan organisasi perangkat daerah terkait lainnya dan memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat," ucapnya.

Ia menuturkan saat ini setiap desa sudah diperkuat dengan keberadaan relawan yang telah dibekali pelatihan tanggap darurat oleh BPBD Donggala.

"Jadi ada juru bencana di tiap wilayah yang yang siap sedia dan siaga memberikan informasi lebih awal kepada kami saat terjadi bencana, sehingga hal ini efektif dalam menekan risiko dan mempercepat respons ketika bencana terjadi," sebutnya.

Vera memastikan pihaknya tetap bersinergi dengan seluruh lintas sektor dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat agar kesiapsiagaan berjalan optimal.

"Harapannya masyarakat tetap waspada terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor," kata dia.

Berdasarkan analisis cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa potensi bencana hidrometeorologi diperkirakan berlangsung hingga Februari 2026.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026