Logo Header Antaranews Sulteng

600 Radio Ikuti Konferemsi Asia Fasifik

Senin, 7 Mei 2012 18:46 WIB
Image Print
Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring (ANTARA/Zabur Karuru)

Jakarta - Sedikitnya 600 radio yang tergabung dalam Lembaga Penyiaran se-Asia Pasifik (ABU) mengikuti Konferensi Radio Asia 2012 di Jakarta pada 7-9 Mei.

"Ini merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia khususnya RRI menjadi penyelenggara kegiatan akbar ini," ujar Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik RRI, Rosarita Niken Widiastuti, di Jakarta, Senin.

Dalam konferensi ini, akan dibahas mengenai seluk beluk dunia penyiaran seperti lingkungan, sosial media, bencana dan jurnalisme warga.

"Konferensi ini merupakan konferensi akbar untuk membahas mengenai masa depan radio-radio di kawasan Asia Pasifik," tambah dia.

Niken mengatakan, di Indonesia, radio-radio tumbuh dengan pesat namun ironisnya banyak ditinggal oleh pendengarnya. Meski demikian, perempuan pertama yang menjabat sebagai Dirut LPP RRI ini mengaku optimistis RRI tidak akan kekurangan pendengar.

"Khususnya di daerah pedalaman dan perbatasan, karena memang tidak ada media lain selain radio."

Dia menyebutkan, RRI memiliki 77 stasiun radio yang terdiri dari 67 stasiun siaran dan 10 studio produksi di daerah perbatasan, 11 perwakilan luar negeri, 21 kontributor di 21 negara dan mempunyai ratusan program.

"Radio sangat penting dalam membentuk opini publik. Terutama sekali di daerah perbatasan yang hanya bisa dijangkau oleh radio," katanya.

Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring pada kesempatan itu mengatakan, pemerintah saat ini tengah fokus dalam membangun infrastruktur radion terutama di daerah pedalaman dan perbatasan.

"Saat ini pemerintah mencoba membangun jaringan radio dari Manado ke Ternate dan Sorong. Program ini dinamakan "Indonesia Tersambung"," kata Tifatul.

Tifatul mengatakan, radio memiliki peran penting dalam mempersatukan bangsa terutama di daerah perbatasan dan pedalaman. Menurutnya, jangan sampai penduduk di kawasan itu lebih banyak mendengar siaran dari negara tetangga.

"Pemerintah berharap dengan adanya konferensi ini, radio mampu menghadapi tantangan zaman," imbuh Tifatul.(I025)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026