Petani di Parigi Moutong produksi cengkeh 1.664 ton

id cengkeh,parigi moutong, petani

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Horti Kultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong, Nelson Metubun. (ANTARA/Moh Ridwan)

Cengkih belum masuk sebagai tanaman primadona di sektor perkebunan. Tetapi kami upayakan tanaman ini bisa sejajar dengan komoditas unggulan lainnya agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
Palu (ANTARA) - Produksi petani cengkih Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat ini mencapai sekitar 1.664 ton per tahun menyusul harga komoditas itu cukup menjanjikan di kisaran Rp75.000 per kilogram.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Nelson Metubun yang dihubungi, Jumat, mengatakan minat petani menanam cengkih saat ini cukup signifikan.

Cengkih merupakan salah satu komoditas yang terus dikembangkan petani setempat, meskipun statusnya masih tergolong tanaman baru di kabupaten itu, sebab baru gencar dibudidayakan sekitar awal tahun 2000.

"Cengkih belum masuk sebagai tanaman primadona di sektor perkebunan. Tetapi kami upayakan tanaman ini bisa sejajar dengan komoditas unggulan lainnya agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Nelson yang juga mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Parigi Moutong.

Dia menjelaskan luas areal perkebunan cengkih Parigi Moutong sekitar 7.439,25 hektare yang tersebar di 22 dari 23 kecamatan di kabupaten tersebut.

Baca juga : Petani Keluhkan Harga Cengkih Terus Turun

Kabupaten yang dijuluki miniatur nusantara ini memiliki panjang garis pantai kurang lebih 472 kilometer dan berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo dengan mata pencaharian penduduknya didominasi sektor pertanian dan kelautan.

Dikemukakannya, dilihat dari topografinya, komoditas cengkih sangat cocok dibudidayakan di kabupaten tersebut, selain memiliki dataran rendah juga memiliki banyak bukit dan pegunungan.

"Kami ingin cengkih menjadi komoditas unggulan ke depan, didukung dengan kondisi lingkungan memungkinkan serta potensi lahan yang memadai," ucapnya.

Dia memaparkan tahun 2018 produksi cengkih 1.664 ton dengan produktivitas 369 kilogram per hektar per tahun. Hal ini sedikit mengalami peningkatan dibanding 2017 hanya 1.296 ton dengan produktivitas 348 kilogram per hektar per tahun.

"Hasil produksi cengkih milik petani biasanya di kirim ke Sulawesi Selatan hingga Pulau Jawa," katanya menambahkan.

Di sektor perkebunan, komoditas kelapa dan kakao masih menjadi primadona di kabupaten itu. Produksi kakao mencapai 69.704 ton per tahun, sedangkan kelapa
mencapai 212.176.000 butir per tahun dengan luas areal sebesar 26.522 hektare.
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar