Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat sebagai kunci memperkuat sektor pendidikan di daerah tersebut.
"Penguatan sektor pendidikan memerlukan usaha bersama untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta tangguh, sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, sejahtera, dan bermartabat," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae saat memimpin upacara Hardiknas di Desa Bora, Senin.
Ia mengemukakan momentum Hari Pendidikan Nasional dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus mendukung kemajuan pendidikan, baik melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi, maupun kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan orang tua.
"Harapannya ke depan dunia pendidikan di Kabupaten Sigi semakin maju, inklusif, serta mampu mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa mendatang," ucapnya.
Ia menuturkan bahwa sektor pendidikan di Kabupaten Sigi tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
"Kami ingin memastikan tidak ada anak di Sigi yang terkendala sekolah hanya karena tidak memiliki seragam atau perlengkapan belajar yang layak," sebutnya.
Menurut dia, pemerintah daerah pada tahun 2025 sudah mendistribusikan seragam sekolah gratis untuk peserta didik di Kabupaten Sigi mencapai 4.940 anak di 533 sekolah.
"Bantuan seragam sekolah gratis itu rinciannya terdiri dari 2.134 murid PAUD dan TK di 295 sekolah, 1.830 murid SD di 190 sekolah, dan 976 murid SMP di 48 sekolah," ujar Rizal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi, jumlah sekolah dasar (SD) di daerah itu mencapai 268 unit dengan jumlah guru 2.309 orang, dan siswa 25.543 orang.
Sementara itu sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 68 sekolah, guru 836 orang, dan siswa 8.496 orang.