Semen Gresik Ekspansi di Myanmar dan Vietnam
Selasa, 22 Mei 2012 19:29 WIB
Menteri BUMN Dahlan Iskan (kanan) didampingi Dirut Semen Gresik, Dwi Soetjipto (kiri), meninjau Pabrik Semen Gresik di Kecamatan Kerek Tuban Jatim, Kamis (5/4). (ANTARA/Eric Ireng)
Jakarta - PT Semen Gresik (Persero) Tbk berencana merealisasikan ekspansi produksi dan pemasaran semen ke Myanmar dan Vietnam pada tahun 2013 dengan kebutuhan investasi mencapai 700 juta dolar AS.
"Rencananya sekitar 40 persen (kebutuhan investasi) dari dana sendiri, dan 60 persen bersumber dari luar, baik kredit perbankan maupun obligasi (bond). Kami belum tentukan," kata Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dwi Sutjipto usai menerima penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam 2.000 perusahaan publik terbesar dunia menurut Forbes, di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pihaknya akan membangun basis produksi baru di Myanmar dengan kapasitas produksi minimal tiga juta ton per tahun. Sedangkan di Vietnam, Semen Gresik akan mengakuisisi pabrik yang sudah ada di negara itu dan telah sesuai dengan kriteria perusahaan.
Ia menargetkan kedua pabrik di luar negeri tersebut beroperasi pada 2013. Studi lapangan terhadap kedua proyek tersebut, kata dia, akan selesai akhir tahun ini.
"Studi lapangan kedua proyek tersebut ditargetkan tuntas tahun ini," katanya. Saat ini, pihaknya tengah mencari pendanaan dari luar sekitar 420 juta dolar AS untuk merealisasikan proyek ekspansi tersebut.
Ditambahkan Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Tbk Agung Wiharto, pihaknya melihat peluang ekspansi produksi dan pasar ke kawasan Asia Tenggara sangat besar. Namun, ditegaskannya pula, Semen Gresik tidak akan melupakan pasar nasional.
"Kami melihat Myanmar dan Vietnam peluang (pasar)-nya besar," katanya. Hal itu, lanjut dia, karena kebutuhan dan pasokan semen di kedua negara tersebut belum seimbang, dan laju pertumbuhan konsumsi semennya masih tinggi.
Namun ia menekankan pihaknya akan tetap fokus pada pasar domestik yang masih besar. Oleh karena itulah, Semen Gresik juga telah menambah kapasitas produksi semen dengan merampungkan pembangunan pabrik Tuban IV yang kapasitasnya mencapai 2,5 juta ton per tahun pada pertengahan bulan lalu.
Pabrik yang dibangun dengan investasi sebesar Rp3,2 triliun itu, menurut Agung, kini telah berproduksi dengan tingkat pemanfaatan kapasitas (utilisasi) sebesar 80 persen. Manajemen Semen Gresik menargetkan pabrik tersebut mampu memproduksi 1,5 juta ton semen sampai akhir 2012. Dengan demikian, produksi Semen Gresik diproyeksikan mencapai 11,3 juta ton tahun ini.
Namun secara kelompok usaha, kata Agung, total produksi PT Semen Gresik Tbk yang juga terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, diproyeksikan sebesar 22,5 juta ton tahun ini.
PT Semen Gresik (Persero) Tbk merupakan BUMN semen yang tahun lalu memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar 8,1 miliar dolar AS dengan keuntungan sebesar 400 juta dolar AS. BUMN tersebut menduduki peringkat ke-1.674 sebagai perusahaan publik terbesar di dunia versi Forbes. Di Indonesia, BUMN tersebut masuk dalam peringkat ke-8 dari 10 perusahaan publik di Indonesia yang masuk daftar Forbes. (R016)
"Rencananya sekitar 40 persen (kebutuhan investasi) dari dana sendiri, dan 60 persen bersumber dari luar, baik kredit perbankan maupun obligasi (bond). Kami belum tentukan," kata Direktur Utama PT Semen Gresik (Persero) Tbk Dwi Sutjipto usai menerima penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang masuk dalam 2.000 perusahaan publik terbesar dunia menurut Forbes, di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan pihaknya akan membangun basis produksi baru di Myanmar dengan kapasitas produksi minimal tiga juta ton per tahun. Sedangkan di Vietnam, Semen Gresik akan mengakuisisi pabrik yang sudah ada di negara itu dan telah sesuai dengan kriteria perusahaan.
Ia menargetkan kedua pabrik di luar negeri tersebut beroperasi pada 2013. Studi lapangan terhadap kedua proyek tersebut, kata dia, akan selesai akhir tahun ini.
"Studi lapangan kedua proyek tersebut ditargetkan tuntas tahun ini," katanya. Saat ini, pihaknya tengah mencari pendanaan dari luar sekitar 420 juta dolar AS untuk merealisasikan proyek ekspansi tersebut.
Ditambahkan Sekretaris Perusahaan PT Semen Gresik Tbk Agung Wiharto, pihaknya melihat peluang ekspansi produksi dan pasar ke kawasan Asia Tenggara sangat besar. Namun, ditegaskannya pula, Semen Gresik tidak akan melupakan pasar nasional.
"Kami melihat Myanmar dan Vietnam peluang (pasar)-nya besar," katanya. Hal itu, lanjut dia, karena kebutuhan dan pasokan semen di kedua negara tersebut belum seimbang, dan laju pertumbuhan konsumsi semennya masih tinggi.
Namun ia menekankan pihaknya akan tetap fokus pada pasar domestik yang masih besar. Oleh karena itulah, Semen Gresik juga telah menambah kapasitas produksi semen dengan merampungkan pembangunan pabrik Tuban IV yang kapasitasnya mencapai 2,5 juta ton per tahun pada pertengahan bulan lalu.
Pabrik yang dibangun dengan investasi sebesar Rp3,2 triliun itu, menurut Agung, kini telah berproduksi dengan tingkat pemanfaatan kapasitas (utilisasi) sebesar 80 persen. Manajemen Semen Gresik menargetkan pabrik tersebut mampu memproduksi 1,5 juta ton semen sampai akhir 2012. Dengan demikian, produksi Semen Gresik diproyeksikan mencapai 11,3 juta ton tahun ini.
Namun secara kelompok usaha, kata Agung, total produksi PT Semen Gresik Tbk yang juga terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, diproyeksikan sebesar 22,5 juta ton tahun ini.
PT Semen Gresik (Persero) Tbk merupakan BUMN semen yang tahun lalu memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar 8,1 miliar dolar AS dengan keuntungan sebesar 400 juta dolar AS. BUMN tersebut menduduki peringkat ke-1.674 sebagai perusahaan publik terbesar di dunia versi Forbes. Di Indonesia, BUMN tersebut masuk dalam peringkat ke-8 dari 10 perusahaan publik di Indonesia yang masuk daftar Forbes. (R016)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Poso Energy bantu 50 sak semen untuk pembangunan sarana olahraga SMAN 1 Pamona Utara
28 January 2026 12:36 WIB
SIG dukung pembangunan proyek LRT rute Velodrome-Manggarai pembang LRT rute Velodrome-Manggarai
05 September 2025 12:02 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020