Bupati Morowali Utara dorong peserta didik siap kerja

id Sulteng,Sandi,Morut,Ppkm,Asusila

Bupati Morowali Utara  dorong peserta didik siap kerja

Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi. ANTARA/HO-Media Center Pemkab Morowali Utara

Morowali Utara (ANTARA) - Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi mendorong peserta didik di daerah itu siap memasuki dunia kerja karena wilayah setempat menjadi sasaran investor menanamkan modal, seperti mendirikan perusahaan-perusahaan besar, termasuk di sektor pertambangan.

"Daerah ini menjadi incaran para pemodal bukan saja di tingkat nasional tetapi juga internasional. Hal ini karena Morut (Morowali Utara) memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), terutama di sektor pertambangan. Di sinilah pentingnya dunia pendidikan untuk mempersiapkan anak-anak kita memasuki dunia kerja," ujarnya saat berdialog dengan semua kepala SMA di daerah itu di SMA Negeri Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu.

Dengan banyak investor masuk daerah itu, kata dia, secara otomatis membuka lapangan pekerjaan yang luas dan menyerap belasan bahkan puluhan ribu tenaga kerja yang siap kerja serta memiliki keahlian.

Ia menjelaskan pentingnya para lulusan sekolah dengan kemampuan dan keterampilan yang dikuasai mampu mengambil peluang kerja yang terbuka luas di daerah itu.

"Pertanyaannya apakah anak-anak peserta didik kita saat ini siap untuk mengambil peluang ini atau hanya jadi penonton di daerah sendiri," katanya.

Saat ini, kata dia, peran penting tenaga pendidik dan kependidikan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan tenaga kerja yang berkompeten di daerah tersebut.

Ia tidak ingin setelah menempuh pendidikan SMA dan sederajat, lulusan sekolah --jika tidak melanjutkan kuliah-- yang merupakan warga setempat malah menganggur karena tidak mendapat pekerjaan di tengah kesempatan kerja yang terbuka lebar di kabupaten itu.

Pada kesempatan itu, Delis juga mengatakan bahwa tidak boleh ada tenaga pendidik dan kependidikan, termasuk peserta didik, mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi COVID-19, jika belum divaksinasi.

"Sejak awal saya selalu ingatkan guru-guru harus divaksin untuk bisa mengajar di sekolah. Kebijakan ini dibuat semata-mata agar para peserta didik dapat terlindungi dari penyebaran dan penularan COVID-19," ucapnya.

Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2021