BPJS Kesehatan Cabang Palu wujudkan desa sehat lewat program "Pesiar"

id JKN, program Pesiar, UHC, cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan, Rumondang Pakpahan, Sulawesi Tengah, Sulteng

BPJS Kesehatan Cabang Palu wujudkan desa sehat lewat program "Pesiar"

Dok- Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu H S Rumondang Pakpahan memberikan keterangan kepada sejumlah pewarta mengenai transformasi mutu layanan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ANTARA/Moh Ridwan

Palu (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Palu, Sulawesi Tengah berupaya mewujudkan desa sehat dan sejahtera dengan menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program petakan, sisir, advokasi dan registrasi (Pesiar).
 


"Program ini salah satu inovasi kami untuk percepatan pencapaian derajat kesehatan masyarakat melalui kepesertaan JKN," kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu H S Rumondang Pakpahan di Palu, Rabu.


 


Ia menjelaskan pihaknya memiliki peran dalam memberikan perlindungan sosial kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Palu.


 


Yang mana program tersebut dikolaborasikan dengan pemerintah daerah (pemda), dan saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi ke berbagai pihak terkait, diantaranya Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), termasuk camat dan para kepala desa.


 


Tujuan utama program Pesiar untuk memetakan masyarakat desa yang belum terlindungi JKN, kemudian menyisir masyarakat rentan diantaranya warga miskin, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), anak terkena stunting atau tengkes dan ibu hamil.


 


"Termasuk menyisir warga pekerja sektor formal yang belum didaftarkan oleh pemberi kerja, kemudian melakukan sosialisasi terkait program JKN dan memastikan masyarakat desa non JKN menjadi peserta JKN guna tercipta desa sehat sejahtera," ujarnya.


 


Ia menuturkan strategi dalam pelaksanaan program tersebut yaitu memetakan data penduduk yang belum terakomodir dalam kepesertaan, lalu melakukan advokasi untuk mendaftarkan masyarakat menjadi peserta JKN.


 


"Upaya ini dilakukan guna meningkatkan cakupan kepesertaan di tiap desa supaya masyarakat bebas dari biaya berobat di fasilitas kesehatan," ucap Rumondang.


 


Menurut data BPJS Kesehatan sebanyak 3.144.209 warga Sulteng telah terlindungi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga Desember 2023 dengan capaian persentase 100,66 persen, dari jumlah penduduk provinsi tersebut 3.123.662 jiwa.


 


Ia mengemukakan program Pesiar merupakan pilot project, dimana telah dipilih lima desa dari masing-masing kabupaten/kota di Sulteng guna mengimplementasikan tujuan-tujuan kegiatan.


 


"Bila nanti dalam lingkup kecil program ini berjalan baik, maka akan diimplementasikan pada ruang lingkup yang lebih besar, artinya seluruh desa akan menjalankan program Pesiar itu," kata dia.