Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengklaim jumlah kepesertaan aktif program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hingga November 2025, menembus angka 89,16 persen.
“Angka ini melesat lebih tinggi daripada capaian tahun 2024 yang hanya berada di angka 70 persen,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sulteng Fahrudin di Palu, Rabu.
Dia menjelaskan capaian itu didorong program Berani Sehat yang sukses meningkatkan jumlah kepesertaan JKN, sejak resmi diluncurkan 13 April 2025. Pemprov Sulteng berpeluang besar meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 yang akan diumumkan pada awal tahun 2026.
Informasi itu terungkap dalam Pembahasan Norma Keuangan (NK) dan Rencana Kebutuhan (RK) Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemda Tahun 2026, antara Pemprov Sulteng dan BPJS Kesehatan Sulteng.
“Capaian ini diprediksi akan terus melonjak hingga akhir tahun 2025, disebabkan animo masyarakat Sulteng yang sangat besar mengikuti program Berani Sehat,” ungkapnya.
Berani Sehat merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sulteng, dengan tujuan memberikan akses layanan kesehatan gratis yang berkualitas. Tujuan itu sangat relevan dengan skema program UHC Prioritas, yang diusung BPJS Kesehatan dan sudah terintegrasi dengan Berani Sehat.
Menurut dia, masyarakat hanya perlu menunjukkan bukti KTP Sulteng saat berobat pada semua faskes di Indonesia yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Lewat program itu, baik rakyat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN maupun yang status kepesertaannya dibekukan, karena tunggakan iuran dapat mengakses layanan kesehatan secara gratis tanpa hambatan.
“Semoga kesinambungan UHC Prioritas lewat Berani Sehat tetap terjaga selamanya,” harapnya.
