Logo Header Antaranews Sulteng

Peremajaan kelapa di parigi moutong 400 hektare

Rabu, 23 Mei 2018 20:48 WIB
Image Print
Pohon Kelapa (antaranews)
Peremajaan perlu dilakukan, hal ini sebagaimana telah diprogramkan pemerintah pusat dalam rangka menciptakan sektor perkebunan yang lebih produktif

Parigi, (Antaranews Sulteng) - Peremajaan tanaman kelapa dalam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 2018 mencapai 400 hektare sebagai upaya untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan di daerah itu.

"Peremajaan perlu dilakukan, hal ini sebagaimana telah diprogramkan pemerintah pusat dalam rangka menciptakan sektor perkebunan yang lebih produktif," kata kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Parigi Moutong Nelson Metubun, di Parigi, Rabu.

Nelson menjelaskan, peremajaan komoditas kelapa ini dilakukan hampir di seluruh wilayah kecamatan di kabupaten itu, sebab selain sebagai sentra penghasil beras, Parigi Moutong juga salah satu sentra terbesar kelapa dalam di Sulawesi Tengah setelah Kabupaten Banggai.

Dia mengatakan 400 hektare lahan yang ada, perlu dukungan para petani di kabupaten itu, sebab program peremajaan yang telah dibuat pemerintah itu berorientasi pada peningkatan kualitas kelapa dalam sehingga bisa memicu pertumbuhan ekomoni dari sektor pertanian dan perkebunan.

Selain itu katanya, program peremajaan komoditas kelapa tidak seperti komoditi perkebunan lainnya, penyesuaian anggaran dan ketersediaan benih juga merupakan hal penting.

"Parigi Moutong saat ini sudah siap melaksanakan program peremajaan pohon kelapa seperti apa yang diharapkan pemerintah," ungkapnya.

Nelson memaparkan, luas tanam kelapa di kabupaten itu mencapai 26.522 hektare dengan produksi mencapai 8.000 butir/hektare/tahun, meski begitu kelapa Parigi Moutong masih dalam usia produktif.

"Potensi Kelapa dalam kita dengan luas tanam 26.522 hektare bisa mencapai 212.176.000 butir/pertahun, ini saat belum dilakukan peremajaan," rincinya.

Selain kelapa dalam, Parigi Moutong juga siap melakukan peremajaan terhadap tanama kakao.

"Sekitar 200 hektare lahan disiapkan untuk peremajaan komditas kakao, karena banyak kakao milik petani usianya sudah tua dan sudah tidak berproduksi," ungkapnya.



Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026