Ansor Palu luncurkan budi daya perikanan berbasis komunitas

id Budidaya ikan nila,Ansor Palu,Kolam ikan

Ansor Palu luncurkan budi daya perikanan berbasis komunitas

Ketua Tanfidziah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Tengah KH Abdullah Latopada menyaksikan peluncuran budidaya perikanan berbasis komunitas oleh Ketua GP Ansor Kota Palu Erwin Samangka dan anggota kelompok pembudidaya ikan air tawar di Palu, Jumat (20/9). (Ansor Purwanto)

Salah satu misi Ansor itu adalah pemberdayaan ekonomi kader. Kami memberi ruang dan memfasilitasi kader-kader Ansor dalam membangun ekonominya agar mandiri dalam ekonomi
Palu (ANTARA) - Gerakan Pemuda Ansor Kota Palu meluncurkan budi daya perikanan berbasis komunitas yang ditandai dengan pelepasan benih ikan nila di lima kolam milik anggota kelompok pembudi daya di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat.

Peluncuran yang dipusatkan di Kompleks Warkop Ansor itu dilakukan Ketua GP Ansor Kota Palu Erwin Samangka disaksikan Ketua Tanfidziah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Tengah KH Abdullah Latopada.

Selain itu hadir Ketua Lembaga Pengembangan Bisnis dan Usaha Kreatif (LePBUK) Ansor Kota Palu, Rudiyanto Sudarman bersama Sekretarisnya Putra Sahreza dan sejumlah anggota kelompok pembudi daya ikan air tawar berbasis komunitas.

Erwin Samangka mengatakan budi daya ikan air tawar yang diluncurkan tersebut merupakan program Ansor Kota Palu di bidang pemberdayaan ekonomi kader.

"Salah satu misi Ansor itu adalah pemberdayaan ekonomi kader. Kami memberi ruang dan memfasilitasi kader-kader Ansor dalam membangun ekonominya agar mandiri dalam ekonomi," katanya.

Baca juga : DKP Sulteng fokus tingkatkan teknologi budidaya perikanan

Erwin mengatakan Ansor memilih budi daya perikanan sebagai salah satu ikon bisnis karena berdasarkan survei lapangan potensi pasar khususnya ikan nila masih sangat besar terutama untuk kebutuhan rumah makan yang menyajikan menu khas ikan air tawar.

Selain itu kata Erwin, budi daya ikan air tawar khususnya nila juga tidak rumit dan masih banyak lahan terlantar di Kota Palu yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangannya.

Baca juga ; Pemprov dorong investasi budi daya ikan di Sulawesi Utara

Ketua Kelompok Pembudi Daya Ikan Air Tawar Ansor Kota Palu Rudiyanto mengatakan meski baru memulai usaha tersebut, saat ini kelompok sudah memiliki belasan kolam dari terpal dan fiber yang tersebar di empat titik di Kota Palu dengan pusat budidaya dan pengolahan pakan di Kompleks Warkop Ansor.

"Kami akan terus kembangkan budidaya ini sampai puluhan kolam sehingga daya tampung anggota juga semakin besar dan peluang ekonominya juga semakin besar," kata Ketua Lembaga Pengembangan Bisnis dan Usaha Kreatif (LePBUK) Ansor Kota Palu itu.

Dia mengatakan Ansor sebagai organisasi berbasis kepemudaan perlu kerja sama lintas pemerintah daerah dan swasta sehingga kelompok pembudidaya ikan air tawar ke depan lebih fokus dan profesional sehingga menjadikan budidaya tersebut sebagai usaha unggulan yang menjanjikan.

"Makanya kami juga jalin kemitraan dengan Pemerintah Kota Palu dan Pemkot Palu ikut mendampingi kami dengan menempatkan satu orang penyuluh lapangan sebagai tenaga teknis yang profesional," katanya.

Menurut Rudiyanto, kelompok pembudi daya ikan air tawar Ansor Kota Palu akan terus mengembangkan misinya sebagai kelompok berbasis komunitas yang kreatif dalam menangkap peluang bisnis perikanan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu.

"Misi ini juga sejalan dengan pemerintah Kota Palu dalam bidang pemberdayaan yakni kelurahan inovatif, unggul dan mandiri," katanya.

Editor : Nusarina Yuliastuti
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar