
Sultra Target Roduksi Kakao Fermentasi 50.000 Ton

Kami akui bukan hal mudah merubah pemikiran petani yang selama ini selalu berpikir instan, ingin cepat dalam menghasilkan kakao kering dan menjualnya, kemudian kita harus mengarahkan mereka menambah cara pengeringan melalui fermentasi biji kakao yang
Kendari, (Antarasulteng.com) - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan produksi biji kakao fermentasi yang dihasilkan petani mencapai 50.000 ton.
Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sultra, Bambang, di Kendari, Senin, mengatakan jumlah itu masih sangat terbatas jika dibanding dengan jumlah produksi kakao gelondongan di daerah itu yang setiap tahunnya bisa mencapai 151.000 ton per tahun.
"Kalau kita melihat antara rasio produksi kakao di Sultra per tahun dengan produksi kakao fermentasi oleh petani masih sangat jauh dari harapan," katanya.
Pemerintah katanya, sudah berupaya maksimal merubah paradigma berpikir petani yang selama ini hanya menjual biji kakao gelondongan untuk melakukan fermentasi biji kakao.
Upaya itu katanya, dilakukan dengan membentuk lembaga ekonomi masyarakat sejahtera yang dibekali dengan pemahaman keterampilan dan jaminan pasar.
"Kami akui bukan hal mudah merubah pemikiran petani yang selama ini selalu berpikir instan, ingin cepat dalam menghasilkan kakao kering dan menjualnya, kemudian kita harus mengarahkan mereka menambah cara pengeringan melalui fermentasi biji kakao yang prosesnya membutuhkan waktu sekitar empat hari," ujarnya.
Bambang berharap, kedepan Sultra bisa menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar produk biji kakao fermentasi di Indonesia untuk kebutuhan bahan baku industri kakao.
Beberapa daerah di Sultra yang merupakan sentra produksi biji kakao adalah Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Bombana, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, dan Muna.
Pewarta : Suparman
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
