Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan pasar murah selama Ramadhan 1447 Hijriah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat di daerah tersebut.

"Tentunya pelaksanaan kegiatan pasar murah kali ini merupakan instruksi khusus ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM setempat untuk membenahi tata kelola pasar," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni saat ditemui awak media di Banawa, Sabtu.

Ia mengemukakan, pasar murah dan gerakan pangan murah tahun ini hadir dengan wajah baru yang lebih terorganisir dan representatif bagi para pelaku UMKM dan masyarakat.

"Jadi dengan adanya penataan mekanisme pelaku UMKM terlihat jauh lebih rapi dan nyaman untuk masyarakat saat berkunjung ke pasar murah maupun Gerakan Pangan Murah," katanya.

Ia menuturkan, pasar murah tersebut berlokasi di Kelurahan Boya Kecamatan Banawa dengan melibatkan 80 pelaku UMKM di Kabupaten Donggala.

"Pentingnya kerja sama terhadap semua mitra BUMN seperti Perum Bulog, Rajawali Nusindo dan Pertamina Patra Niaga atas kepedulian dengan masyarakat Donggala," katanya.

Pasar murah itu menjual seperti beras SPHP 5 kilogram (kg) seharga Rp55 ribu, bawang merah Rp15 ribu per setengah kg, gula pasir Rp17 ribu per kg, Minyakita Rp15 ribu per liter serta cabai Rp10 ribu per seperempat kg atau Rp40 ribu per kg.