Bulog pasok daging beku hadapi Idul Adha
Minggu, 4 Agustus 2019 11:43 WIB
Daging kerbau beku asal India. (Anas Masa/)
Palu (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tengah menambah pasokan daging beku dalam rangka menghadapi hari raya Idul Adha 1440 Hijriah pada 11 Agustus 2019 sebanyak 6,5 ton.
Kepala Bulog Sulteng, Mifahul Ulum di Palu, Minggu, membenarkan adanya langkah tersebut sebagai salah satu upaya dalam menjaga stabilitas harga daging menjelang hari raya kurban.
"Tapi daging beku yang didatangkan Bulog adalah daging kerbau, bukan sapi," kata dia.
Kebijakan tersebut, jelas Mifahul semata-mata bukan untuk menyaingi pasar daging sapi yang selama ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Kota Palu dan daerah lainnya di Provinsi Sulteng.
Dia menegaskan bahwa daging beku yang didatangkan oleh Bulog tidak dijual di pasar-pasar tradisional.
"Daging kerbau hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah-rumah makan, hotel dan pedagang bakso. Tidak dijual bebas di pasaran seperti halnya daging sapi segar," ujarnya.
Baca juga : Bulog Sulteng jamin stok bahan pangan cukup hadapi Idul Adha
Karena itu, kehadiran daging kerbau di Kota Palu sama sekali tidak akan mengganggu pasar daging sapi segar.
Namun, Mifahul mengaku permintaan pasar untuk daging kerbau beku dalam beberapa bulan ini mengalami peningkatan yang cukup mengembirakan.
Ternyata, daging kerbau cukup banyak diminati masyarakat. Lagi pula memang harganya relatif jauh lebih murah dibandingkan harga daging sapi segar di pasaran yang mencapai Rp110.000/kg dalam kondisi normal.
Tetapi, dalam kondisi tertentu menjelang hari raya, biasanya harga daging sapi segar dijual pedagang di pasar-pasar tradisional di Ibu Kota Provinsi Sulteng sering naik hingga mencapai Rp130.000/kg.
Sementara harga daging kerbau dijual Bulog kepada konsumen sesuai standar harga tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp80.000/kg.***
Kepala Bulog Sulteng, Mifahul Ulum di Palu, Minggu, membenarkan adanya langkah tersebut sebagai salah satu upaya dalam menjaga stabilitas harga daging menjelang hari raya kurban.
"Tapi daging beku yang didatangkan Bulog adalah daging kerbau, bukan sapi," kata dia.
Kebijakan tersebut, jelas Mifahul semata-mata bukan untuk menyaingi pasar daging sapi yang selama ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Kota Palu dan daerah lainnya di Provinsi Sulteng.
Dia menegaskan bahwa daging beku yang didatangkan oleh Bulog tidak dijual di pasar-pasar tradisional.
"Daging kerbau hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah-rumah makan, hotel dan pedagang bakso. Tidak dijual bebas di pasaran seperti halnya daging sapi segar," ujarnya.
Baca juga : Bulog Sulteng jamin stok bahan pangan cukup hadapi Idul Adha
Karena itu, kehadiran daging kerbau di Kota Palu sama sekali tidak akan mengganggu pasar daging sapi segar.
Namun, Mifahul mengaku permintaan pasar untuk daging kerbau beku dalam beberapa bulan ini mengalami peningkatan yang cukup mengembirakan.
Ternyata, daging kerbau cukup banyak diminati masyarakat. Lagi pula memang harganya relatif jauh lebih murah dibandingkan harga daging sapi segar di pasaran yang mencapai Rp110.000/kg dalam kondisi normal.
Tetapi, dalam kondisi tertentu menjelang hari raya, biasanya harga daging sapi segar dijual pedagang di pasar-pasar tradisional di Ibu Kota Provinsi Sulteng sering naik hingga mencapai Rp130.000/kg.
Sementara harga daging kerbau dijual Bulog kepada konsumen sesuai standar harga tertinggi (HET) pemerintah yakni Rp80.000/kg.***
Pewarta : Anas Masa
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog: Stok daging beku di Sulteng cukup untuk Perayaan Natal dan Tahun Baru
27 November 2023 16:31 WIB, 2023
Bulog Sulawesi Tengah alokasikan 2.095 ton bantuan pangan untuk Parigi Moutong
29 August 2026 21:29 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020