Palu (ANTARA) - Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendukung pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal naik kelas melalui partisipasi dalam misi dagang Sulteng dengan mitra dari Jawa Timur (Jatim)
Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha (P2UK) Dinkop UKM Sulteng Irfan di Palu, Minggu, mengatakan dengan partisipasi UMKM dalam misi dagang itu maka bisa bertemu dengan pelaku usaha yang lebih besar sehingga bisa memperluas jaringan pemasarannya dan meningkatkan omset transaksi penjualannya.
“Salah satu capaian dalam kegiatan misi dagang antarprovinsi tersebut adalah terjalinnya kerja sama antara pengusaha lokal Sulteng dengan mitra asal Jatim. Salah satu contoh keberhasilan terjadi pada UMKM Napeto Coffee yang bisa menjalin transaksi dengan mitra pengusaha dari Jatim," katanya.
Ia menyebutkan contoh usaha binaan Dinkop UKM, Napeto Coffee, berhasil menjalin kerja sama dengan Java Coffee asal Jawa Timur dengan kesepakatan nilai transaksi mencapai Rp54,25 miliar.
“Kesuksesan partisipasi dalam misi dagang ini bukan hanya capaian individu, tetapi hasil kerja tim dari dinas, inkubator, dan mitra pembina UMKM. Kami akan terus mendampingi dan memfasilitasi agar semakin banyak UMKM Sulteng yang bisa naik kelas,” ujarnya.
Ia mengatakan Dinkop UKM sangat mendukung kegiatan misi dagang antarprovinsi karena menjadi ruang aktualisasi bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Sementara itu, Manajer Inkubator Bisnis Pabeta sekaligus Founder Hannah Asa Indonesia Mardiyah yang turut mendampingi pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong UMKM naik kelas.
Ia menyebut, kerja sama antara Inkubator Bisnis Pabeta dengan Dinkop UKM Sulawesi Tengah telah berhasil memfasilitasi pengusaha UMKM hingga mampu menjalin transaksi besar dengan mitra dari Jatim.
“Kami berhasil mendampingi salah satu pengusaha UMKM hingga menjalin kerja sama dengan mitra dari Jawa Timur. Harapannya akan semakin banyak UMKM yang naik kelas dan menembus satu miliar pertamanya,” ujarnya.
Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
Ia berharap kegiatan misi dagang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi daerah.
“Kami mengharapkan misi dagang dapat berkesinambungan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan investasi di Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, kegiatan misi dagang investasi Jawa Timur dan Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan total transaksi mencapai Rp1,5 triliun.
