KPU: TPS rawan aksi terorisme diberlakukan pengamanan khusus

id Tps, kpu, rawan teroris, pemilu

Ilustrasi, Pemilu Serentak (ANTARA News/Ridwan Triatmodjo/)

Parigi (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, memberlakukan pengamanan khusus di tempat pemungutan suara (TPS) dinilai rawan teroris  pada Pemilu 17 April 2019.

"Dua TPS rawan teroris yakni Dusun Salubanga dan Manggalapi Kecamatan Sausu, " kata Ketua KPU Parigi Moutong Abdul Chair, di Parigi, Jumat. 

Pada Desember 2018, wilayah Salubanga sempat terjadi aksi bakutembak antara Polisi dan anggota Mujahidin Idonesia Timur (MIT) saat polisi hendak mengevakuasi jenazah korban mutilasi. 

Kontak sejata itu mengakibatkan dua anggota Polres Parigi Moutong terluka tembak oleh kelompok MIT. 

Atas dasar itu, KPU setempat meminta pihak kepolisian melakukan pengamanan khsusus, mulai dari distribusi logistik hingga pemungutan suara nanti. 

"Dalam waktu dekat, kami akan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian  membahas pengamanan Pemilu. Kita tidak ingin ada insiden serupa terjadi," tambahnya. 

Menurut Chair, dua wilayah tersebut dianggap rawan tindak kejahatan yang dapat mengganggu kelancaran pemungutan suara. 

Selain terpencil, secara grografis dua wilayah itu juga berdekatan dengan Kabupaten Poso, bahkan dua TPS tersebut masuk dalam kategori TPS tersulit.

"Pengamanan nanti bukan hanya polisi, kemungkinan akan dilibatkan personel TNI. Setiap TPS ditempatkan lebih dari satu aparat keamanan, " ucapnya. 

Dikemukakakknya, logistik Pemilu akan lebih awal didistribusi ke wilayah-wilayah terpencil dan tersulit, mengingat medan yang cukup berat dan berbahaya. 

Sesuai hasil pleno KPU, Parigi Moutong memiliki 1.339 TPS yang tersebar di 23 kecamatan dan 200 lebih desa, termasuk didalamnya 27 TPS tersulit dan 88 TPS terpencil serta enam desa sulit dan empat desa terpencil.
Pewarta :
Editor : Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar