Ghisca Debora akui sudah kembalikan sebagian uang korban

id Tiket Coldplay ,Penipuan tiket,Ghisca Debora ,Polres Metro Jakarta Pusat

Ghisca Debora akui sudah kembalikan sebagian uang korban

Ghisca Debora atau GDA (19) tersangka penipuan tiket konser Coldplay menjawab pertanyaan awak media saat dihadirkan pihak kepolisan di Mapolres Metro Jakarta Pusat Senin (20/11/2023). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Jakarta (ANTARA) - Ghisca Debora Aritonang atau GDA (19), pelaku penipuan tiket konser Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Rabu (15/11) malam mengaku telah mengembalikan sebagian uang (refund) tiket kepada para korban yang ditipunya.
 
Pengembalian uang tersebut diberikan kepada para korban di luar dari enam laporan polisi (LP) yang diterima penyidik.

"Ada yang di-refund. Angka pastinya belum tau, untuk yang di-refund kata pelaku umumnya di luar LP," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Chandra Mata Rohansyah di Jakarta, Rabu.
 
Diketahui, polisi menerima enam laporan polisi terkait penipuan dan penggelapan tiket konser Coldplay dengan total Rp5,1 miliar atau sebanyak 2.268 tiket.
 
Chandra mengatakan hingga saat ini belum ada opsi penyelesaian kasus melalui jalur perdamaian (restorative justice), karena pihak Ghisca belum bersedia mengganti kerugian para korban.
 
"Sampai saat ini belum ada upaya (me-refund) ataupun permohonan penegakan hukum restorative justice dari para pihak," ucapnya.
 
Polres Metro Jakarta Pusat mendata enam laporan polisi yang diterima antara lain dari VS yang mengalami kerugian Rp1,35 miliar (700 tiket), lalu AS dengan kerugian Rp1,3 miliar (600 tiket), dan MF kerugian Rp1,3 miliar (500 tiket).
 
Pelapor berinisial SG dengan kerugian Rp73 juta (58 tiket), AR kerugian Rp1,3 miliar (400 tiket) dan pelapor berinisial CL dengan kerugian Rp230 juta yang juga menjadi bagian dari lima laporan tersebut.
 
"Adapun kronologinya bahwa tanggal 13 November 2023 salah satu pelapor membawa Saudara GDA ke Polres Metro Jakarta Pusat yang pada saat itu kami masih melakukan mediasi antara pelapor dengan terlapor, sampai kemudian pelapor membuat laporan polisi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro di Markas Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (20/11).