Kemenperin majukan IKM motor konvensional dan listrik

id Kemenperin, IKM, motor listrik,motor konvensional

Kemenperin majukan IKM motor konvensional dan listrik

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita memberikan sambutan pada acara Demoday Knalpot Aftermarket di Jakarta, Senin (25/3/2024). (ANTARA/HO-Kemenperin)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk memajukan secara seimbang antara industri kecil menengah (IKM) motor konvensional dan motor listrik.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita di Jakarta, Rabu mengatakan komitmen tersebut dapat dilihat dari upaya pembinaan industri kendaraan bermotor agar mempunyai daya saing yang kuat.

Ia mengatakan khusus dalam pengembangan motor listrik, pihaknya mendorong pembuatan komponen motor listrik, perakitan, serta jasa service dan reparasi motor listrik, agar produk dan jasa yang dihasilkan oleh IKM di sektor tersebut mampu memenuhi standar kualitas.

Sedangkan untuk sektor motor konvensional, pihaknya melakukan pembinaan kepada IKM knalpot yang diproduksi bukan oleh buatan pabrikan kendaraan asli (aftermarket).

Ia menyampaikan potensi pasar industri otomotif di Indonesia masih terus tumbuh, karena berdasarkan laporan dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor domestik mencapai 6.236.992 unit pada tahun 2023.



"Angka tersebut naik 19,44 persen dibanding tahun 2022, di mana penjualan sepeda motor domestik menembus hingga 5.221.470 unit,” katanya.

Di sisi lain Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Ditjen IKMA Dini Hanggandari menyampaikan, pihaknya juga turut melaksanakan berbagai program pembinaan yang ditujukan untuk peningkatan daya saing IKM di kedua sektor tersebut.

Adapun kegiatan yang sudah dijalankan, antara lain yakni bimbingan teknis perbengkelan sepeda listrik dan motor listrik bagi IKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali, pendampingan pembuatan prototipe sepeda listrik di NTB, serta bimbingan teknis pengelasan dalam rangka pembuatan rangka motor listrik di Purbalingga.

Selain itu, program bimbingan teknis penumbuhan IKM bengkel konversi di Solo dan Bandung, pameran kendaraan listrik roda dua di Bali dan Jakarta, pendampingan 5R bagi IKM knalpot di Purbalingga, serta kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan tier-1 APM dan industri besar.



"Diharapkan kegiatan tersebut dapat menghantarkan semangat bagi IKM sektor otomotif untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan produk yang berkualitas, memenuhi standar mutu dan ramah lingkungan,” kata Dini.