Ada penambangan emas ilegal di Parigi Moutong (Video)

id Tambang,Emas,ilegal,Parigi

Sejumlah penambang emas ilegal di Parigi saat melakukan aktivitas penambangan di salah satu galian. Aktivitas penambangan ini diduga menggunakan alat berat, sebab ditemukan galian di lokasi sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman diperkirakan 10 meter lengkap dengan kolam untuk pemurnian emas.(Antarasulteng/Moh. Ridwan)

Desa Kayuboko, terdapat 16 titik tambang emas ilegal dikelola masyarakat dan semuanya masih aktif beroperasi
Parigi, (Antaranews Sulteng) - Sejumlah penambang emas ilegal di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah mengeksploitasi lahan produktif milik mereka menjadi areal pertambangan tradisional.

Kepala Seksi Penindakan Hukum Lingkungan pada Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup, Parigi Moutong, Mohammad Idrus di Parigi, Rabu, mengatakan, aktivitas pengelolahan tambang emas ilegal itu terjadi di Desa Air Panas dan Kayuboko, Kecamatan Parigi.

Pengelolan dilakukan masyarakat di lahan mereka sendiri, bahkan lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan produktif untuk perkebunan kakao dialihfungsikan menjadi lokasi tambang.

Pemantauan pengelolaan tambang emas ilegal itu dilakukan Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup melibatkan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan, Polisi Pamong Praja dan Koramil setempat.

"Desa Kayuboko, terdapat 16 titik tambang emas ilegal dikelola masyarakat dan semuanya masih aktif beroperasi," ungkap Idrus.

Pihaknya belum bisa memastikan apakan pengelolaan tambang emas ilegal ini sudah menggunakan bahan-bahan kimia yang dapat mencemarkan lingkungan seperti cairan sianida atau merquri.

Baca juga: Aktivitas penambangan emas ilegal Dongi-Dongi masih berlangsung

"Sampel air yang ada di lokasi tambang dan sampel air di pemukiman warga untuk dijadikan pembanding kami sudah ambil. Sampel itu akan kami uji laboratorium untuk memastikan apakah sudah tercemari atau belum," katanya.

Aktivitas penambangan tanpa izin di beberapa titik ini aksesnya sangat dekat dengan ibu kota kabupaten itu, sehingga pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi.

"Penambangan emas liar di wilayah Kayuboko dan sekitarnya sudah berlangsung sekitar setahun lebih," tambahnya.

Idrus mengatakan, berdasarkan pengakuan Sutomo, seorang pekerja tambang di wilayah Desa Air Panas bawah kegiatan penambangan yang dia lakukannya tersebut baru berlangsung sekitar tiga bulan. Sutomo sudah memperoleh hasil dari eksploitasi tersebut.

Sutomo juga mengaku, areal yang dikelolahnya untuk kegiatan pertambangan emas milik salah seorang warga Parigi. Lahan tersebut adalah perkebunan kakao dialih fungsikan menjadi tambang emas.

"Kegiatan kami lalukan ini tidak menggunakan bahan kimia, murni masih cara tradisional," katanya.

Pantauan lapangan, aktivitas penambangan diduga menggunakan alat berat, sebab ditemukan galian di lokasi sepanjang kurang lebih 100 meter itu dengan kedalaman diperkirakan 10 meter lengkap dengan kolam untuk pemurnian emas.

Pekerja tambang saat mencari kandungan emas memakai mesin tertentu, menggunakan metode penyiraman. Para pekerja yang bergelut dengan material bercampur lumpur itu masuk ke dalam kolam pemurnian.

"Artinya, aktivitas yang mereka lakukan sudah melakukan pengerukan material," papar Idrus. 

 
Pewarta :
Editor: Fauzi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar