Palu (ANTARA) - Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan (Kansar) atau Basarnas Palu menangani sebanyak 87 kejadian sepanjang 2025 di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
"Di bandingkan semester pertama 77 kejadian, semester dua 2025 meningkat 10 kejadian, sehingga total kejadian ditangani sebanyak 87 peristiwa," kata Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu Muh Rizal di Palu, Rabu.
Ia mengemukakan dari penanganan peristiwa sebanyak 274 orang selamat, 33 orang meninggal dunia dan 11 orang hilang, adapun peristiwa dominan ditangani pihak Basarnas yakni kecelakaan pelayaran sebanyak 42 kejadian, 129 orang selamat lima orang meninggal dunia dan enam orang hilang.
Lalu penanganan peristiwa bencana delapan kejadian dengan jumlah korban selamat 109 orang, sembilan korban meninggal, korban hilang nihil.
Kemudian peristiwa kondisi membahayakan jiwa manusia (KMM) sekitar 35 kejadian dengan jumlah korban 34 orang selamat, 19 orang meninggal, lima orang hilang.
"Khusus kecelakaan penanganan khusus dua kejadian dengan jumlah korban selamat dua orang," ujarnya.
Ia mengemukakan tahun 2024 peristiwa yang ditangani pihaknya sebanyak 79 kejadian, jumlah itu meningkat delapan kejadian, namun dilihat dari jumlah korban justru penanganan tahun sebelumnya banyak yakni 437 korban.
Yang mana penanganan kecelakaan pelayaran 39 kejadian dengan jumlah korban selamat 194 orang, meninggal delapan orang dan hilang tiga orang, kemudian penanganan KMM 32 kejadian jumlah korban selamat sembilan orang, meninggal 19 orang, hilang 11 orang.
Penangan bencana delapan kejadian dengan jumlah korban selamat 192 orang, meninggal satu orang dan korban hilang nihil.
"Sebagai lembaga negara yang ditugaskan dalam bidang SAR, kami berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dalam memberikan pertolongan. Kami juga didukung dengan alutsista utama guna kelancaran operasi SAR," tutur Rizal.
