KMP Madani Dilarang Berlayar Karena Cuaca Buruk

id kapal motor,

KMP Madani Dilarang Berlayar Karena Cuaca Buruk

Ilustrasi (antaranews)

...Kami mengutamakan keselamatan meski penumpang menumpuk

Palu, (antarasulteng.com) - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Madani yang melayani rute penyeberangan Palu-Balikpapan pergi-pulang dua kali sepekan, dilarang berlayar dari Palu pada Selasa petang karena cuaca buruk di Selat Makassar.

"Kami mengutamakan keselamatan meski penumpang menumpuk, karena itu kapal ferry tidak diizinkan berlayar," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Ferry Taipa Roki Surentu yang dihubungi di Taipa, Palu, Selasa malam.

Sesuai laporan nakhoda KMP Madani yang baru merapat di Dermaga Pelabuhan Ferry Taipa dari Balikpapan, Selasa petang, gelombang laut di Selat Makassar mencapai tiga meter disertai angin kencang.

Menurut Roki, cuaca di laut buruk sekali, karena itu kapal ferry ini terlambat sekitar sudah tiga jam merapat di dermaga Taipa hari ini.

Sebenarnya, kata Roki, KMP Madani ini memang sudah dilarang berlayar dari Balikpapan ke Palu pada Senin (7/1) karena cuaca buruk, namun karena penumpang dan kendaraan sudah terlanjur naik ke kapal baru ada laporan kondisi cuaca, maka kapal terpaksa diberangkatkan.

Ia tidak memastikan kapan kapal tersebut bisa diberangkatkan karena masih menunggu laporan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kalau cuaca sudah membaik, kapal akan segera diberangkatkan," ujarnya dan menambahkan bahwa sampai saat ini masih banyak penumpang, terutama kalangan pedagang yang membawa barang dagangan berupa sayur mayur dan buah-buahan mendesak agar kapal segera diberangkatkan.

Menurut dia, ada sekitar 30 kendaraan roda empat dan belasan kendaraan roda dua serta lebih 100 penumpang yang seyogianya diberangkatkan ke Balikpapan pada Selasa malam ini, namun pihak Syahbandar tidak mengizinkan.

Volume angkutan kapal penyeberangan dari Palu ke Balikpapan sampai pekan kedua Januari 2013 masih padat sehubungan arus balik pascaliburan Natal dan Tahun Baru.

"Pada dua pekan sebelum Natal dan Tahun Baru, ada sekitar 70 kendaraan roda empat yang turun di Pelabuhan Feri Taipa, dan sampai saat ini baru sekitar 35 kendaraan yang kembali ke Balikpapan. Ini berarti masih ada 35-an lagi yang menanti diseberangkan ke Kalimantan Timur," ujar Ashar, seorang pejabat administrasi di Pelabuhan Ferry Taipa yang dihubungi terpisah.

Beberapa penumpang yang hendak berangkat ke Balikpapan mengaku pasrah meski menghadapi resiko kerugian dan keterlambatan masuk kantor karena penundaan pemberangkatan kapal tersebut.

"Kita akan terus mmantau kondisi di laut, kalau cuaca sudah memungkinkan, kapalsegera diberangkatkan," kata Roki kepada sjeumlah penumpang khususnya dari kalangan pedagang sayur mayur dan buah-buahan. (R007/SKD)


Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.