Palu, (antarasulteng.com) - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Sulawesi Tengah Huisman Brant Toripalu meminta pemerintah provinsi setempat segera mengevaluasi realisasi pelaksanaan proyek jalan Pape-Tomata, Kabupaten Morowali Utara.
"Perlu dicarikan solusi supaya proyek ini tidak gagal lagi untuk kedua kalinya," katanya di Palu, Rabu.
Proyek senilai Rp42 miliar tersebut terancam tidak bisa diselesaikan karena realisasi pekerjaan baru sekitar dua kilometer dari 31 kilometer.
Dia mengatakan, mestinya hingga September 2014 realisasi pekerjaan sudah berkisar 70-80 persen karena proyek tahun jamak (multi years) tersebut akan berakhir Februari 2014.
"Saya baru dari lokasi Minggu kemarin," kata anggota DPRD dari daerah pemilihan Morowali, Poso dan Tojo Unauna itu.
Huisman mengatakan masyarakat di wilayah itu sangat berharap pengerjaan jalan tersebut bisa rampung tahun ini sehingga sudah bisa dinikmati masyarakat.
Jalur tersebut merupakan jalur terpendek yang menghubungkan Morowali Utara-Poso dan Sulawesi Selatan.
Jalur ini merupakan jalur yang sering dilalui kendaraan khususnya mereka yang masuk keluar proyek tambang di Morowali dan Morowali Utara.
Huisman mengatakan jika diperkirakan perusahaan tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut maka pemerintah harus memberikan hukuman terhadap perusahaan bersangkutan.
"Atau misalnya perusahaan itu menggandeng perusahaan lain sehingga bisa mempercepat penyelesaiannya karena realisasi anggaran juga masih kecil," katanya.
Huisman khawatir proyek tersebut gagal untuk kedua kalinya karena 2009 pekerjaan jalan itu tidak bisa dilanjutkan dan anggarannya terpaksa dikembalikan ke negara donatur.
"Waktu itu kita dapat bantuan dunia Rp21 miliar. Karena tidak bisa dikerjakan akhirnya dananya dikembalikan. Kita tidak mau ini gagal kedua kalinya," katanya.
Akibatnya kata Huisman daerah rugi di tengah upaya pemerintah menarik dana masuk ke daerah ini. (skd)
