Palu, Sulteng (ANTARA) - Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Syarifudin Hafid, menyampaikan hasil kunjungannya dalam masa reses di Kabupaten Morowali bahwa pada agenda tersebut pihaknya menampung beragam aspirasi masyarakat dari delapan desa di wilayah tersebut.
“Apa yang disampaikan hari ini akan kami catat, kami kawal, dan perjuangkan agar bisa direalisasikan melalui program pemerintah provinsi,” ujar Syarifudin, Sabtu (13/9).
Dalam reses itu, warga aktif mengemukakan kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan desa, sarana air bersih, fasilitas kesehatan, dukungan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan dan bantuan usaha.
Syarifudin menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar formalitas melainkan wahana strategis untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di lembaga legislatif provinsi.
"Perlunya sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah daerah agar pembangunan dapat berjalan secara merata dan tepat sasaran," terangnya.
Melalui mekanisme reses ini, DPRD Sulteng berkomitmen untuk membawa seluruh usulan yang terkumpul ke forum pembahasan di tingkat provinsi serta melakukan pengawalan agar alokasi anggaran dan program-program pembangunan daerah dapat menyentuh langsung ke desa-desa yang membutuhkan.
Delapan desa yang menjadi titik reses kali ini adalah Desa Naka, Sakita, Emea, Ungkaya, Tudua, Laroue, Getesa, dan Ululere.
Dari jumlah tersebut, reses telah terlaksana di Desa Naka, Sakita, dan Emea, sementara Desa Ungkaya dijadwalkan menjadi lokasi berikutnya.
“Yang jelas seluruh desa yang kami rencanakan akan segera dilaksanakan sesuai jadwal,” ujar Syarifuddin, politisi Partai Demokrat.
DPRD Sulteng serap aspirasi warga di 8 desa di Morowali
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Syarifudin Hafid, melakukan reses di Kabupaten Morowali. ANTARA/HO-Humas DPRD Sulteng
