Usai Idul Fitri, jangan "balas dendam" ketika makan

id makan

Ilustrasi (Foto Antara/dok)

Jakarta (Antaranews Sulteng) - Setelah sebulan berpuasa, tubuh harus beradaptasi bila kebiasaan makan kembali seperti sebelum Ramadhan. 

Menurut ahli nutrisi Banin Shahine, seperti dikutip Gulf Today, "balas dendam" saat makan dengan melahap porsi yang jauh lebih besar adalah kesalahan umum yang kerap terjadi.

Ia menyarankan untuk banyak minum air.

"Air akan membuang racun dalam tubuh, membuat kulit segar dan membuat Anda makan lebih sedikit, ujar Shahine. Air juga pilihan terbaik untuk mengurangi keinginan menyantap makanan siap saji dan bertahan dari terik matahari.

"Makan protein lengkap yang sesuai dengan berat badan dan tingkat aktivitasmu menstabilkan gula darah, meningkatkan konsentrasi dan membuatmu tetap kuat."

Menurut Shahine, sumber lengkap protein adalah daging dan produk susu serta kacang-kacangan.

Tiga kiat lainnya, makan dalam porsi sedikit tapi sering, menyantap protein dan jangan terlalu banyak makan kue Lebaran yang manis-manis.

Ia menyarakankan untuk makan almond, sayuran mentah, yoghurt, buah segar atau buah kering, juga telur rebus secara rutin dalam porsi sedikit.

Jangan terlalu banyak menyantap kue manis yang tersaji di meja makan karena itu akan membuat tubuh merasa lapar seperti saat berpuasa. 

Menyantap kue manis akan meningkatkan level insulin, menimbulkan kantuk.

"Itu akan membuat berat badan Anda meningkat cepat," katanya. "Lebih baik makan buah segar atau buah yang dikeringkan."

Penerjemah: Nanien Yuniar

Pewarta :
Editor: Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar