Pemprov Sulteng verifikasi ulang DTKS penerima bantuan STB gratis

id settopbox, tvanalog, kotapalu, sigi, kominfo, sulteng

Pemprov Sulteng verifikasi ulang  DTKS penerima bantuan STB gratis

Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Sulteng Hasim. ANTARA/HO (Humas Diskominfo Sulteng)

Kota Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah memverifikasi ulang data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) untuk mengoptimalkan pendistribusian "set top box" (STB) gratis.

"Berdasarkan hasil rapat via zoom akan dilakukan validasi ulang DTKS untuk melihat apakah data tersebut masih sesuai dengan kondisi riil sehingga penerima STB gratis benar-benar masuk kategori keluarga miskin," kata Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Sulteng Hasim saat dihubungi, di Palu, Jumat.

Verifikasi dan validasi data akan dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMK), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah.

"Setelah itu akan diterbitkan keputusan yang menetapkan data penerima STB gratis dari pemerintah," sebut Hasim.

Ia mengatakan STB gratis tahap satu didistribusikan untuk 15 kecamatan di Kabupaten Sigi dan 8 kecamatan di Kota Palu.

Hasim menjelaskan salah satu persiapan pelaksanaan 'analog switch off' (ASO), yaitu pemberian alat bantu penerimaan siaran TV digital "set top box" kepada rumah tangga miskin pemilik TV analog yang terdata dalam DTKS diberikan oleh Kementerian Sosial kepada Kementerian Kominfo.

"Sesuai Pasal 85 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021 maka penyediaan dan distribusi STB berasal dari lembaga penyiaran swasta (LPS) penyelenggara "multipleksing" dan dapat berasal dari pemerintah," terangnya.

Pendistribusian bantuan STB yang berasal dari LPS penyelenggaraan "multipleksing" dilaksanakan masing-masing LPS, sedangkan bantuan STB yang berasal dari pemerintah dilaksanakan PT Pos Indonesia.

"Sebelumnya pendistribusian STB gratis tahap satu yang dilakukan hingga 30 April 2022 ditunda," kata Hasim.
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2022