IBI Sulteng: Bidan di garda terdepan cegah kematian ibu dan bayi

id Sulteng,bidan,ibi,sandi

IBI Sulteng: Bidan di garda terdepan  cegah kematian ibu dan bayi

Seorang bidang melakukan imunisasi kepada seorang anak pada kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2022 di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (20/5). (ANTARA/HO-Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov Sulteng)

Palu (ANTARA) - Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sulteng Euis Bianca mengemukakan bidan masih berada di garda terdepan dalam mencegah kematian yang dialami oleh ibu dan anak di provinsi tersebut.

Euis Bianca di Kota Palu, Jumat, mengemukakan pencegahan kematian yang dilakukan diutamakan menyasar ibu yang tengah hamil hingga melahirkan dan balita pada usia 1.000 hari sejak kelahiran.



“Pencegahan yang dilakukan, yakni memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak sesuai standar. Kemudian, memantau mereka agar tidak kekurangan gizi dengan cara memastikan ibu dan anaknya menerapkan pola hidup sehat berdasarkan buku pedoman ibu dan anak,”katanya.

Ia mengemukakan selama masa kehamilan, ibu berpotensi tinggi mengalami komplikasi penyakit dan anak yang berusia 1.000 hari sejak kelahiran juga rentan terserang sejumlah penyakit jika tidak dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan yang mengandung gizi tinggi dan vitamin.

“Makanya ibu yang sedang hamil juga didorong agar mau mengikuti imunisasi ibu hamil untuk mencegah mereka terserang penyakit akibat virus. Upaya-upaya yang dilakukan para bidang tersebut, juga dalam rangka mencegah anak mengalami masalah kekerdilan (stunting),”ujarnya.

Eius mengemukakan IBI Sulteng mendorong seluruh bidan di provinsi itu yang berjumlah 5.437 orang agar terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya seiring perkembangan zaman agar pola pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat utamanya kepada ibu dan anak tidak ketinggalan zaman.



Ia berharap bidang di seluruh daerah, terutama yang mengabdi di pedesaan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan bekerja dengan tulus dan ikhlas.

"Mari kita bekerja secara baik dan memperkuat persatuan antara sesama, sehingga upaya untuk mewujudkan ibu dan anak yang sehat serta terhindar dari stunting dapat tercapai,” ucapnya.