Disdikbud Kabupaten Sigi tekankan orang tua tingkatkan pendidikan keluarga

id Kabupaten Sigi ,Pendidikan keluarga ,Sulawesi Tengah ,Kulawi Selatan ,Sekolah dasar,Sekolah terpencil

Disdikbud Kabupaten Sigi tekankan orang tua tingkatkan pendidikan keluarga

Sejumlah anak-anak di Desa Moa, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulteng mengikuti pembelajaran menggunakan metode pendidikan keluarga. ANTARA/HO-Disdikbud Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) menekankan setiap orang tua berperan aktif dalam meningkatkan pendidikan masing-masing anak di rumah dengan metode pendidikan keluarga.
 
"Orang tua memilik peran penting dalam mendidik anak-anak disebabkan tanggung jawab pendidikan anak di sekolah oleh guru, sedangkan pendidikan di rumah merupakan tugas dari orang tuanya," kata Kepala Disdikbud Sigi Anwar di Sigi, Sabtu.
 
Dia mengatakan kegiatan Gema Pendidikan Sigi oleh tim pengajar muda dengan melibatkan masyarakat, sekolah, dan Pemerintah Kabupaten Sigi untuk memberikan kontribusi pendidikan di daerah itu, khususnya wilayah terpencil.
 
Selanjutnya, pemerintah rencananya menempatkan pengajar muda di wilayah terpencil lainnya di Kabupaten Sigi sehingga semua keluarga di daerah itu mengetahui pentingnya peran keluarga dalam pendidikan anak.
 
"Kami berharap orang tua, guru, kepala sekolah, pemerintah desa, hingga pemerintah daerah serta masyarakat dapat mengambil bagian untuk memajukan pendidikan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing," ucapnya.
 
Kepala Desa Moa Heriyanto mengemukakan pendampingan kepada masyarakat dan orang tua dalam pendidikan anak-anak memberikan hasil positif di daerah itu.
 
"Jadi memang apa yang sudah diajarkan dari tim pengajar muda bisa membangun ekosistem pendidikan terbaik dengan adanya pendidikan keluarga dan dapat disebarluaskan secara merata ke masyarakat secara luas," katanya.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sigi tahun 2023, jumlah sekolah dasar (SD) di daerah itu 268 unit dengan jumlah guru 2.309 orang, dan siswa 25.543 peserta didik SD, sedangkan sekolah menengah pertama (SMP) 68 sekolah, guru 836 orang dan siswa 8.496 anak.