Timnas basket U-18 putri kembali TC di Bali pada 29 April

id Timnas basket u-18 putri,PP PERBASI ,SEABA U18,basket,timnas basket putri

Timnas basket U-18 putri kembali TC di Bali pada 29 April

Tangkapan layar saat para pemain timnas basket U-18 putri latihan sebelum libur Lebaran Idul Fitri 1445 H, Jakarta, Sabtu (20/4/2024, 10.35 WIB). ANTARA/Instagram/@perbasi.ina/Donny Aditra

Jakarta (ANTARA) -
Tim nasional basket Indonesia U-18 putri akan kembali menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali pada 29 April mendatang, guna bersiap mengikuti kompetisi Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) U18.
 

Dalam laman Instagram Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu, saat ini para pemain masih diberi waktu untuk menjalani libur Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah untuk berkumpul bersama keluarga.
 
Setelah mulai mengikuti TC kembali, para pemain akan fokus berlatih lagi hingga pemberangkatan untuk mengikuti SEABA U18 di Thailand pada 24-26 Mei.
 
SEABA U18 merupakan babak kualifikasi untuk mengikuti FIBA U-18 Women's Asia Cup 2024 Division A di Senzhen, China pada 24-30 Juni.
 
Sebanyak 18 pemain dari sejumlah daerah di Indonesia mulai mengikuti TC di Bali setelah lolos seleksi pada 22-24 Maret.
 
Seleksi yang diikuti sebanyak 54 pemain itu merupakan hasil pemantauan di berbagai kejuaraan, serta rekomendasi dari berbagai pengurus provinsi (pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) di seluruh Indonesia.
 
Manajer Timnas Basket Putri U-18 Dedy Setiawan pada Senin (1/4), mengatakan selama seleksi berlangsung para pelatih mengapresiasi pemain yang memiliki kemampuan atau skill individu yang hampir merata.
 
Menurut dia, pemain hasil seleksi ini sangat potensial untuk timnas senior masa depan, sehingga harus dimaksimalkan melalui latihan bersama dalam waktu yang lama, guna mematangkan penampilan sebagai satu tim.
 


Ia juga mengingatkan bahwa 18 nama yang sudah mengikuti TC dari awal belum sepenuhnya aman. Sebab, pemusatan latihan tersebut memberlakukan sistem promosi dan degradasi.
 
Pemain yang tidak berkembang akan berpeluang tereliminasi jika ditemukan pemain yang lebih bagus.
 
Ia menambahkan, seleksi tetap masih terbuka untuk pemain yang saat diundang ikut berhalangan hadir karena masih fokus dengan pendidikannya di luar negeri.
 
Para pemain itu adalah Jasmine Prajitno dan Justine Parjitno asal Jawa Barat. Kemudian, Maxine Maria Sutisna dan Evangeline Clarissa Djohan asal DKI Jakarta.
 
Selanjutnya, ada Callista Gabrielle Purwadi dan Felicitas Mikayla Purwadi asal Banten.