Minggu, 22 Oktober 2017

Pangdam XIII/Merdeka tutup Operasi Teritorial TNI Di Poso

id Poso
Pangdam XIII/Merdeka tutup Operasi Teritorial TNI Di Poso
Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito menyematkan pin prestasi kepada salah seorang anggota TNI di Poso, Jumat (11/8). (Antarasulteng.com/Feri)
Pangdam: Opster TNI diharapkan akan mengubah citra Poso sebagai daerah konflik menjadi daerah yang aman dan tenteram untuk semua orang.
Poso (Antarasulteng.com) - Operasi Teritorial (Opster) TNI yang dilaksanakan sejak 2 Juni 2017 di Bumi Sintuwu Maroso Poso, Sulawesi Tengah, ditutup oleh Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Ganip Warsito dalam sebuah upacara di Lapangan Sintuwu Maroso, Poso, Jumat.

Pangdam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Pemkab Poso dan seluruh elemen masyarakat yang telah bahu-membahu bersama-sama anggota TNI untuk meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, kebersamaan merupakan sinergitas yang positif dalam menghadapi dan mengatasi seluruh permasalahan bangsa khususnya Kabupaten Poso, guna membantu program percepatan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat guna menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan bangsa.

Opster TNI selama dua bulan lebih ini telah banyak membantu masyarakat Kabupaten Poso di antaranya pembangunan 150 unit RTLH, tiga unit tempat ibadah, tiga unit saluran irigasi sepanjang 850 m, dua unit pipanisasi air bersih, empat ruas jalan ke kantong produksi dan merenovasi dua unit embung.

Opster yang melibatkan ratusan anggota TNI itu melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pemutaran film-film perjuangan, pelatihan menjahit bagi ibu-ibu rumah tangga, sosialisasi bela negara dan wawasan kebangsaan, anti-radikalisme, penyelenggaraan perpustakaan keliling Babinsa.

Selain itu melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, pembagian sembako, sosialisasi sinergitas tiga pilar pembangunan desa, sunatan massal `door to door`, lomba mewarnai bagi anak-anak, festival anak sholeh, gerakan "Aku Cinta Indonesia", pengajian dan silaturahmi, karya bhakti dan Apel Pemuda Sulteng Bersatu yang diikuti oleh 1500 orang Pemuda dari seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

"Semuanya ini hasilnya dapat kita rasakan bersama dimana terciptanya suasana Poso yang makin kondusif dan aman, serta perekonomian mulai menggeliat sehingga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, berjalannya sistem pertahanan dan keamanan serta semakin terbinanya semangat nasionalisme dan cinta tanah air," ujar Mayjen Ganip.

Pangdam juga menjelaskan bahwa Operasi Teritorial TNI di Kabupaten Poso dilakukan untuk membantu memulihkan situasi yang sempat lama terganggu akibat aksi terorisme dan gangguan keamanan lainnya, agar dapat segera kembali kondusif sehingga dapat membantu proses percepatan pembangunan yang telah diprogramkan oleh pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakatnya.

"Hal ini merupakan bentuk implementasi dari tugas pokok TNI sebagaimana diatur dalam UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, dan terlebih penting lagi bahwa hal ini merupakan wujud dharma bhakti TNI dalam pengabdiannya kepada rakyat Indonesia yang telah melahirkannya," kata Mayjen Ganip.

Ia menghimbau semua pihak di Poso untuk terus menjaga dan memelihara situasi dan kondisi yang telah kondusif agar kehidupan masyarakat Poso dapat kembali seperti sediakala sehingga pemerintah bisa lebih fokus membangun dan masyarakat kembali beraktivitas tanpa ada rasa takut.

"Saya berharap OIpster TNI ini akan mengubah stigma negatif Poso sebagai daerah konflik, menjadi daerah yang aman dan damai bagi semua kalangan," ujarnya.

Upacara penutupan Opster TNI itu dihadiri Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa yang juga Dansatgas Opster TNI di Poso dan Bupati Poso Darmin Sigilipu.

Upacara penutupan diwarnai penyerahan piagam penghargaan dan penyematan pin prestasi kepada beberapa orang prajurit Kodim 1307/Poso atas prestasi mereka.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Ustad Yusuf Abdulrrahman (Gus Yusuf), seorang ulama dari Malang yang telah berpartisipasi aktif membantu kegiatan sunatan massal dari pintu ke pintu.

Upacara itu diakhiri dengan tarian dero massal yang diikuti seluruh undangan sehingga membuat suasana menjadi meriah dengan penuh rasa kekeluargaan dan persahabatan. 

Editor: Rolex Malaha

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga