Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah memastikan tetap melanjutkan estafet perjuangan membangun daerah yang lestari, mandiri, dan berkelanjutan.
"Tentunya dengan terpilihnya Kabupaten Sigi sebagai motor kepemimpinan organisasi berbasis pembangunan lingkungan berkelanjutan dapat menunjukkan kepercayaan besar dari seluruh anggota untuk melanjutkan perjuangan membangun daerah yang lestari, mandiri, dan berkelanjutan," kata Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae melalui keterangan tertulis diterima di Sigi, Kamis, setelah terpilih menjadi Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) periode 2025-2028.
Menurut dia, ke depan kabupaten yang termasuk dalam LTKL dapat menjadikan pertanian, perkebunan, dan pariwisata alam sebagai kekuatan utama pembangunan daerah lestari.
"Kita harus menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa kabupaten lestari mampu memberikan kesejahteraan tanpa merusak lingkungan, sehingga dengan adanya dukungan mitra dapat mendorong sinergi dalam investasi dan promosi potensi daerah, agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pembangunan berkelanjutan," katanya.
Rizal menyebutkan LTKL merupakan asosiasi kabupaten di Indonesia yang berkomitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berbasis pelestarian lingkungan melalui kolaborasi antar daerah, mitra pembangunan, serta pemangku kepentingan.
"Jadi LTKL ini memiliki peran sebagai wadah bagi kabupaten untuk saling berbagi praktik yakni memperkuat tata kelola, serta mengembangkan inovasi daerah yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Ia berharap ke depan arah pembangunan lestari semakin kuat dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia secara berkeadilan khususnya kabupaten anggota LTKL.
Ia mengapresiasi seluruh kabupaten anggota dan mitra-mitra LTKL lainnya yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Sigi untuk memimpin LTKL periode 2025–2028.
Pemkab Sigi sebelum mengikuti rapat umum anggota LTKL kembali melakukan penutupan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan konservasi Taman Nasional Lore Lindu, Desa Sibowi, Kecamatan Tanambulava.
"Seluruh aktivitas tambang emas ilegal di Sigi kami tutup sebagai bentuk dan bukti komitmen menjaga kelestarian daerah, tentunya dengan langkah tersebut menjadi cerminan bahwa kabupaten lestari bukan hanya konsep, melainkan tindakan nyata yang bertujuan menyejahterakan rakyat," katanya.
Direktur Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Sarman Simanjorang menyebut 60 persen pembangunan nasional berada di daerah.
"Tentunya sesuai pesan Presiden Prabowo Subianto peran pemerintah kabupaten menjadi sangat strategis dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional," katanya.
Ia mengatakan LTKL memiliki semangat yang sama dengan Apkasi, yakni membangun daerah yang mandiri dan berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
"Kami pun mendorong seluruh kabupaten anggota LTKL untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, sinergi, dan kolaborasi. Itulah kunci agar daerah bisa maju bersama dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional," ucapnya.
