Donggala (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat 26 desa di enam kecamatan di Kabupaten Donggala terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Sulteng Asbudianto mengatakan enam kecamatan terdampak yakni Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.
"Total rumah rusak 28 unit," katanya saat ditemui awak media di Kota Palu, Selasa.
Ia mengatakan jumlah warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor sebanyak 205 kepala keluarga (KK) dengan 625 jiwa.
"Terdapat juga kerusakan fasilitas umum di wilayah bencana seperti dua jembatan gantung putus, satu jembatan penghubung desa terputus, dan satu abutmen jembatan rusak," ucapnya.
Ia menuturkan fasilitas lainnya yang mengalami kerusakan berupa bak air dan pipa air bersih di Kecamatan Labuan.
"Tanggul sepanjang 20 meter juga rusak, sementara beberapa titik akses jalan Trans Sulawesi dan jalan desa terputus atau tertutup material banjir dan longsor," sebutnya.
Menurut dia, pemerintah provinsi sudah mengerahkan satu unit alat berat untuk membuka akses jalan yang tertimbun material.
"Saat ini yang dibutuhkan berupa logistik, perbaikan jembatan, pembersihan pascabencana termasuk normalisasi sungai," ujar dia.
Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni menyebut sudah menetapkan status tanggap darurat agar seluruh proses penanganan dan perbaikan bisa segera dilakukan tanpa hambatan.
"Status tanggap darurat bencana selama tujuh hari hingga 18 Januari 2026," kata Vera.
