Dua alat berat bersihkan longsor di Tentena

id Poso

Kondisi jalan trans Sulawesi Taripa-Tentena yang terputus selama 13 jam, mulai Rabu (13/12) pukul 23.00 Wita karena longsor. (Antaranews.com/Istimewa)

Poros ini terbuka kembali Kamis (14/12) siang sekitar pukul 12.00 Wita
Palu (Antaranews.com) - Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah telah mengerahkan dua alat berat untuk membuka akses jalan akibat longsor di poros trans Sulawesi, antara Taripa menuju Tentena, Kabupaten Poso, Kamis pagi.

Ratusan kendaraan roda dua dan empat menuju Tentena, tidak dapat melintas sejak Rabu (13/12) tengah malam, akibat longsoran batu dan pohon tumbang menutupi seluruh permukaan jalan.

"Saat ini sudah ada dua alat berat jenis eksavator yang sedang bekerja membersihkan material longsor, untuk membuka akses jalan tersebut," kata Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Sulteng Syaiful Djafar yang dihubungi dari Palu, Kamis.

Menurut dia, lokasi itu adalah daerah yang rawan longsor sehingga pihaknya telah menyiagakan alat berat di sekitar lokasi.

Sementara itu, Nasrun, salah seorang pengguna angkutan umum yang berada di lokasi longsoran menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 23.00 wita, Rabu (13/12) malam.

"Ada banyak titik longsor, tapi yang parah berada di poros Tentena-Taripa, yaksi Sawidago, desa yang paling dekat ke Tentena," ungkap Nasrun yang dihubungi Kamis pagi.

Menurut dia, longsor terjadi akibat hujan deras yang terjadi sejak siang hingga malam hari. Selain itu, jalan tersebut, juga tidak memiliki drainase, akibatnya air hujan meluap ke jalan.

"Sekitar delapan jam kami tertahan, sambil menunggu pembersihan lokasi," imbuhnya.

Kata dia, lokasi tersebut baru mulai dibersihkan oleh alat berat sekitar pukul 08.45 wita, Kamis pagi.

"Alhamdulillah, satu jam dibersihkan, sudah dapat dilalui kendaraan roda dua," tutup Nasrun.

Poros Taripa-Tentena ini merupakan jalur padat lalulintas karena menjadi perlintasan kendaraan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara ke arah Kota Poso, Palu, Gorontalo dan Manado. 
Pewarta :
Editor: Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar