Khozin: gempur pasar untuk kendalikan harga beras

id bulog,sulteng,khozin,beras

Kepala Bulog Divisi Regional Sulawesi Tengah, Khozin (Antaranews Sulteng/Anas Massa)

Khozin: saat tiba waktu sholat, semua kesibukan ditinggalkan
Palu (Antaranews Sulteng) - Tugas yang paling berat dirasakan pejabat yang satu ini bukanlah bagaimana bisa menyerap beras petani sesuai target ditetapkan atau mendistribusikan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) tetapi bagaimana mengendalikan gejolak harga beras di pasaran.

Terus terang, kata Khozin yang dipercaya memimpin Bulog Divisi Regional Sulteng itu,  mengendalikan harga beras melalui operasi stabilisasi seperti yang sudah berlangsung selama dua pekan terakhir ini,  merupakan tugas yang cukup berat.

Mengendalikan kenaikan harga beras di pasaran, itu bukan hal yang mudah, karena butuh kerja keras, pikiran dan tenaga karena saban hari harus turun ke titik-titik pelaksanaan operasi pasar untuk menggempur pasar dengan beras Bulog agar harga tidak melonjak.

Belum lagi, kata lelaki kelahiran Lumajang 1965 itu, usianya terbilang sudah tidak muda lagi dimana secara fisik dipastikan kekuatan semakin menurun, sementara tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pemimpin BUMN yang menangangi masalah kebutuhan pangan semakin komplex.

Tetapi seberat apapun, suami Ny Yusiana  ini harus menuntaskan semua tugasnya. Alhamdulillah, harga beras di Kota Palu sampai saat ini masih cukup terkendali.


Pria yang hobi menikmati musik jazz juga merasa sangat bahagia karena baru tiga bulan menjabat Kepala Perum Bulog Sulteng menggantikan Suprianto yang mendapat tugas baru sebagai Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Industri Bulog Pusat, pihaknya sudah mendapatkan penghargaan dari  Kementerian Pertanian sebagai Divre tertinggi dalam prosentase penyerapan beras petani pada musim panen (MP) 2017.
Penghargaan dari Kementerian Pertanian tersebut sekaligus sebagai penyemangat baru bagi dirinya bersama seluruh pejabat dan karyawan Perum Bulog Sulteng untuk lebih meningkatkan kinerjanya pada 2018 ini.
Bulog Sulteng secara nasional berada pada peringkat pertama dalam realisasi target pengadaan beras stok nasional selama 2017. Keberhasilan tersebut sekaligus juga menjadikan Bulog Sulteng sebagai Divre mandiri karena bisa memenuhi sendiri kebutuhan penyaluran beras di daerah itu. 
Bahkan, kata ayah lima orang anak itu, Bulog Sulteng yang sebelumnya defisit pengadaan, sepanjang 2017 justru mengirimkan beras sebanyak 7.000 ton ke Provinsi Sulawesi Utara.


Ketika ditanya apa rahasia keberhasilannya dalam tugas selama ini, Khozin dengan spontan mengatakan bahwa sesibuk apapun, dirinya tidak pernah melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan sholat.

"Kalau sudak waktunya sholat, maka semua kesibukan ditinggalkan dahulu dan nanti setelah itu baru kembali bekerja dijika masih pada jam kantor," kata pria yang disebut kalem dan sederhana oleh para stafnya itu.



Bulog Sulawesi Tengah melaksanakan operasi pasar (OP) khusus untuk komoditi pangan selama satu bulan terakhir guna menstabilkan gejolak harga beras di tingkat pengecer. (Foto Antara/Anas Massa)


Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar